Tag-Archive for » kelinci «

Burung Hantu vs Kucing

Tahukah Anda, bahwa Burung Hantu adalah burung yang jika terbang, boleh dikatakan nyaris tak terdengar…???

Yups, ketika burung hantu mengepakkan sayapnya, bahkan ketika ia terbang sekalipun, ia benar-benar silent… jauh berbeda jika Anda pernah tahu burung dara yang terbang, suaranya pasti terdengar bukan? apalagi jika ayam terbang (emang bisa??).Namun tidak bagi burung hantu. Suaranya benar2 nyaris silent, di situs ini disebutkan : “The design of owls’ wings allows them to fly in almost absolute silence.” .Maka tak heran orang menyebutnya “silent flight” alias si terbang tak bersuara. Hal ini memungkinkan karena ada bulu-bulu halus yang terdapat di sayap dan ekornya yang membantu meredam suara ketika ia terbang. Membantu? tentu sangat membantu.

Burung hantu pun boleh dibilang ia didesain sebagai seekor pemburu di kegelapan malam. Matanya memang sangat tajam di kala malam, namun buta di kala siang. Dan jika Anda tahu dan mengamati pula, mata burung hantu tidak seperti mata burung pada umumnya. Burung lain pada umumnya memiliki mata yang terletak menghadap serong depan kanan dan kiri, bentuk kepalanya boleh-lah dibilang seperti huruf V terbalik dengan matanya di masing-masing sisinya. Namun burung hantu berbeda, matanya terletak di depan sejajar. Ini memberi keuntungan bagi burung pemburu sepertinya, yakni ia bisa memperhitungkan jarak. COba

Ngomong-ngomong tahu kenapa saya ngomong burung hantu? Saya tak sedang belajar jadi Hal ini tak lain tak bukan karena 2 kelinci saya dalam 2 malam tiba-tiba saja lenyap tak berbekas. Sebelumnya yang hilang pertama adalah si netbeans, kelinci abu-abu saya, lalu keesokan malamnya si Delphi yang hilang.

Kucing? mungkin saja, tapi jika kucing ada beberapa kejanggalan.

  1. Kucing yang biasa “berkunjung” ke halaman belakang saya ada 2, dan mereka berdua sama-sama takut sama si kelinci. Beneran, mereka biasanya hanya berani melihat, tapi untuk memburu lebih jauh, tak berani mereka. Lah wong kelincinya saya dekatin, eh si kucingnya malah ketakutan. Aneh kan? maklum sih, kelincinya agak besar soalnya.
  2. Apabila kucing, maka si kucing biasanya akan memakannya di tempat, tapi sayang tak ada bekas apapun di halaman belakang rumah saya.
  3. Jika kucing yang membawanya, maka si kucing harus meloncat melewati tembok pagar rumah, dan itu lumayan tinggi. Untuk seekor kucing biasa (bukan macan) jika harus membawa seekor kelinci remaja seperti itu, almost impossible to jump that high, apalagi membawanya menerobos kawat berduri di atas pagar tembok saya. Kalaupun memang dibawa, harusnya ada bekasnya, entah darah yang tercecer, ataupun bulu si kelinci yang nyangkut di kawat berduri.
  4. Saya pun sudah mencek, tak sampai 2 jam setelah si Delphi dinyatakan hilang si kucing datang ke tempat kami, dan kelaparan. perutnya pun masih kerempeng, tak ada tanda pula si kucing memakan kelinci kami.
  5. dll

melihat dari beberapa fakta diatas, dan bahwa kelinci saya hilang ketika malam menjelang, maka untuk sementara, tersangka utama kelinci saya yang hilang adalah si OWL, alias burung hantu.”Emang ada burung hantu di malang??” saya jawab.. yups ada, temannya ayahku dulu bahkan pernah menangkap burung hantu di daerah yang lebih “kota” daripada tempat saya tinggal sekarang. Apalagi saya saat ini tinggal tak jauh dari sungai dan areal kompleks makam yang lumayan luas. Tempat yang lumayan sepi dan hunian nyaman untuk burung hantu di kota Malang.

AH sayang, saya tak tahu alamat burung hantu terdekat, andai ketemu mungkin akan saya tanyai langsung, apakah dia yang menculik kedua kelinci saya??

Malang 29 Oktober 2009
Ketika teringat 2 kelinci
yang belum seminggu di rumah saya