Menjahit Jalinan Perca
tersaji lengkap dihadapan kita
ada polymer, ada katun, ada sutra
ada pula goni, kertas, bahkan daun pisang,
kain kasa yang terawang pun tersedia
plastik, kertas, aluminuim foil pun ada
pokoknya lengkap semua bahan ada
lalu segala warna yang tersedia
ada yang merah, putih, dan abu-abu
atau hijau daun dengan setitik lubang goresan,
ada yang mengkilat ditempa cahaya,
ada yang legam hitam dan kusam
pokoknya lengkap semua warna ada
lalu segala corak motif pola
kotak-kotak yang tegas, polkadot yang ceria
garis-garis, segi enam dan segi lima
ada juga yang bunga-bunga, segala bunga
ada juga yang gambar batik, segala jenis bentuknya
motif safari, bintang-bintang, gambar sapi juga ada
pokoknya lengkap semua motif ada
Hingga ketika tahun-tahun itu tiba
lahirlah sekelompok manusia-manusia cahaya
tanpa diminta, perca-perca itu dijahitnya
dengan jarum darah pengorbanan dan keikhlasan
dalam jahitan potongan-potongan perca yang merdeka
dijahit kita dengan benang-benang persatuan
jahitan ukhuwah, saling bantu antar sesama
bordir kesopanan, sulam senyuman, dan obras kejujuran
ditambahkan dengan kancing anti putus asa
kerah kerja keras dan tenggang rasa
lalu berubahlah tumpukan perca itu
menjadi apa yang kita saksikan di jaman itu…
INDONESIA
Malang, 5 November 2009






akhir2 ini banyak puisinya…jadi kayak blognya IT SENIMAN…
saya lebih suka disebut IT sastrawan mbah