Sajak Hujan

Ketika mendung hadir tanpa semarak awan…
ketika kilat adalah kelebat-kelebat gelap…
ketika petir tak lagi teriakkan gelegarnya…
ketika hujan turun tanpa air setitikpun…
ketika pelangi hanyalah hitam di angkasa…

dan kita hanya bisa berdoa, berdoa dan berdoa
dan memukul-mukul dada kita yang kian sesak
sabar… sabar… sabar…
namun hujan justru kian membadai

Malang, di sebuah sudut dengan komputer
30 Oktober 2009 21:38

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>