Archive for » November, 2009 «

Rindu Idul Adha

Kemarin malam, mama saya telepon, menanyakan kabar, apakah pulang ke Ponorog apa tidak untuk hari raya idul adha kali ini. Aku pun hanya menjawab seperti biasa, ma, kayaknya gak bisa pulang, terlebih karena memangbesok saya ada agenda acara ke Surabaya.

Namun kemudian malam ini saya jadi termenung rasanya, ya, karena jika dihitung-hitung, sudah 4 kali hari raya Idul Adha, saya tidak pulang sholat Id bersama orang tua saya di rumah.

Idul Adha pertama, ketika itu awal saya kuliah di Malang, itu adalah Idul Adha saya pertama di Malang. waktu itu kalau tak salah saya Sholat Id di Lapangan Rektorat UB, meskipun malamnya saya begadang sama ikhwah2 dan Murabbi waktu itu untuk nyiapin Sholat Id di Ruko Dinoyo. Paginya setelah sholat Id, saya diculik untuk mbantu qurban di Masjid Utsman bin Affan (waktu itu jadi satu lokasi/deket sama DPD PKS Kota Malang).

Idul Adha kedua, kali ini juga masih bersama Murabbi dan kawan2 KAMMI, maklum saya baru bergabung resmi dengan KAMMI, cuman lokasinya kali ini berbeda, karena KAMMI sekaligus mengadakan baksos di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Waktu itu, malem Idul Adha-nya saya ingat betul saya dan MR saya “berburu” tambahan Kambing. Paginya saya sholat Id di Donomulyo, saya masih ingat benar, karena waktu itu di hari idul adha, saya malah disuruh belanja sama kawan di Pasar desa Donomulyo yang 100% asing bagi saya. (padahal sorenya sebelum berburu kambing saya juga sudah belanja di pasar blimbing).  Eh tak cukup itu, disuruh belanja Blender juga di Pasar Kecamatan.

Idul Adha ketiga, yang ini ketika saya masih diamanahi sebagai Ketua Umum Forkalam periode 2007-2008. Idul Adha kali ini bersama temen2 FOrkalam dan FOksi, ngadain Kurban bareng di daerah “kekuasaan”nya Mahatir, di Kedungkandang. Saya masih ingat karena saya juga ikut mencuci jeroan di sungai di bawah surau pinggir jurang itu. Ih ih ih….Namun waktu itu saya tidak sholat Id di kedungkandang, melainkan di Graha Tirta, diadakanoleh masjid As Salam dekat tempat kontrakan saya.

Idul Adha Keempat, itu tahun lalu, yang ini tidak kemana-mana, karena baru menikah, Idul Adha yang ini, saya sholat di Masjid Al Mukminun dekat rumah saya. Tidak bersama orang tua saya, namun bersama orang tua istri yang memang pas berkunjung juga saat itu.

Dan saya baru sadar, bahwa Idul Adha kelima, hari ini tadi, saya lagi-lagi tidak bertemu orang tua saya, karena Sholat Idul Adha kali ini, saya tidak sempat pulang ke Ponorogo. Tadi saya sholat di Masjid Nurut Taqwa jalan Dewandaru, salah satu masjid langganan saya. Karena besok saya akan ke Surabaya, ada hajatan saudara.

ah saya jadi kangen, ingin merasakan sholat Id dan penyembelihan kurban di Ponorogo, sudah 5 tahun ternyata saya tidak pernah berhari raya Idul Adha di Ponorogo, masya Allah… Saya juga jadi berazzam insya Allah tahun depan saya ingin bisa berkurban atas nama saya sendiri, dan saya ingin menyembelih kambing/domba saya sendiri, seperti Rasulullah sendiri yang juga menyembelih kurbannya.  Dan semoga juga tahun depan saya bisa Idul Adha bersama orang tua.. Insya Allah. Amiiin…

Malang 27 November 2009,
Ketika Rindu Idul Adha bersama Orang tua

Andai Hidup ada Cheatnya

Anda tahu Cheat kan? kalau secara bahasa inggris literal, cheat berarti curang.

Tapi istilah cheat biasanya lebih populer dalam bidang game, ya karena cheat dalam game, berarti men”curangi” game tersebut. Caranya banyak… ada yang pas tengah-tengah main kita harus mengetik sesuatu, tombol-tombol shortcut tertentu, ada yang butuh nginstall plug in tertentu, merubah konfigurasi tertentu, atau semacamnya.

Efeknya pun macam-macam, semisal nyawa Anda (dalam game) jadi unlimited, peluru tak terbatas, health tak terbatas, atau bisa nembak musuh nembus dinding, macam-macam tentunya, tergantung dari game yang dimainkan. Intinya satu, Anda jadi bisa bermain dengan cara yang tidak reguler, dan tidak umum. Bolehlah dikatakan, anda jadi penguasa, atau super hero di game tersebut. Anda bisa tidak mati, Anda bisa punya banyak uang tanpa menunggu bekerja, tak pernah sakit, atau punya kekautan (senjata) super….

Maka saya pun berpikir, Andai hidup bisa di cheat, kira-kira cheat macam apa yang kawan-kawan inginkan?

Maka tertulislah sebuah status di facebook saya…. terkait pertanyaan tersebut. Berikut saya kutipkan status tersebut, berikut yang menjawabnya…. :)

Status FB : Andai di Hidup Kamu bisa pakai Cheat kayak di Game… : 1. Apakah anda ingin memakainya? 2. Cheat macam apa yang Anda inginkan?? 3. Untuk tujuan apa Cheat itu Anda gunakan? :)

Ini jawaban dari beberapa rekan saya….

  • Klo aku akan nge-cheat pemerintahan kita supaya dipimpin oleh org2 yg pantas memimpin agar tercipta suasana kehidupan yang sejahtera,harmonis, adil, dan makmur.
  • mp_startmoney=1000 trilyun, untuk beli sebuah negeri yg bernama indonesia
  • Aq ngecheat “operation cwal”and “black sheep wall”-nya starcraft aja, biar aq bisa multitasking shg brguna bwt bnyk orang yg membutuhkan pertolonganq… =)
  • kalau pakai cheat hidup ini bakal g seru…..gini aja dah. (kecuali hanya aku yang bisa pakai cheat)
  • G usah cheat, fungsi save n’ load aja. Bisa nyoba nyelesaikan sesuatu dr berbagai cara
  • kalo hidup pake cheat=gak seru!
  • aku mau pake “motherlode” ato “kaching”, hehehe…
  • cheat ku “cntrl+z” tujuanya biar beberapa kesalahan tidak perlu terjadi… kita biasanya punya planning tapi sering kali hidup banyak kejutan2 yang terjadi diluar prediksi.. penginnya sih hirup itu perfect.. ada Walktrough nya…
  • data# cheat “amal baik” = unlimited
    data# cheat “keburukan dan dosa” = 0
    data# cheat “masuk surga tanpa hisab” = true

Anda tanya saya??? Saya mah tidak suka dan lebih baik tidak usah ada Cheat-cheat-an… kalaupun ada, dan yang mungkin paling useful buat saya adalah cheat Save n Load (kayak di film Butterfly Effect), atau paling gak Ctrl Z juga gak masalah, sama cheat terakhir… yang amal baik= unlimited dst…. dan yang paling penting… hanya saya yang bisa melakukan cheat, Anda dan kawan-kawan tak boleh… :D hehe…

ngomong-ngomong, tahukah Anda, bahwa apayang disebut cheat dalam game tersebut, adakalanya bukanlah sebuah bug (kesalahan) programmer yang membuat game. Adakalanya, justru merekalah yang membuat cheat tersebut. Loh? memang tujuannya untuk apa? Ternyata tak lain dan tak bukan, adalah untuk tahap yang krusial dalam prosespembuatan game, yakni masa uji coba game. Jika tak ada cheat, maka untuk men-test satu level di game, bisa-bisa bakalan butuh waktu berhari-hari untuk itu… Dengan cheat, diharapkan proses test game, akan jadi jauh lebih cepat. Karena saya yakin tentu tak seru apabila si programmer tak bisa melakukan uji coba, tak bisa menyelesaikan level karena kalah terus dalam game tersebut.

Malang 22 November 2009
Ketika ingin Mencari Ctrl-Z

aku mau pake “motherlode” ato “kaching”, hehehe…
Karena Kita Adalah Gatotkaca

gatotkacaMalam sudah semakin larut ketika travel yang kunaiki mulai menanjak gunung, tanda mulai meninggalkan Trenggalek dan memasuki kawasan perbatasan Kabupaten Ponorogo yang penuh tebing dan jurang. Penumpang travel yang lain sudah turun semua di Trenggalek tadi, artinya hanya tinggal aku dan sopir seorang. Namun dalam suasana jalanan berliku seperti inilah, justru kami mulai akrab.

Ia hanya seorang sopir travel, namun bukan berarti ia tak berpendidikan. Sebelumnya selama 15 tahun pernah ia menjadi seorang pegawai pabrik gula, bahkan dia yang menentukan apakah suatu kebun tebu sudah siap tebang atau tidak, apakah tebu ini layak masuk produksi atau tidak dll. Katakanlah ia setingkat seorang asisten manajer di pabrik tersebut.

Namun kata orang roda senantiasa berputar, ia memilih pensiun dini dengan niat akan membuka usaha dengan hasil uang pesangonnya. Diawal rencana berjalan mulus, ada kebun Tebu senilai 4 Milyar yang hendak ia beli secara mencicil dari hasil penjualan tebu-nya. Namun apa daya, ia justru ditipu, dan habislah seluruh uang pesangonnya. Menganggurlah ia dari tahun 2001. Ah saya tak bisa membayangkan rasanya menganggur sebegitu lama, terlebih ia sudah berkeluarga. Sempat beberapa kali ia ditawari pekerjaan, namun berujung gagal, hingga akhirnya baru sekitar 3 bulan lalu, ia diterima menjadi sopir. Ya sopir travel yang biasa aku naiki dari Malang – Ponorogo, dan ini adalah pekerjaan pertamanya setelah menganggur sekian lama.

Kondisi bos travel yang menurutnya cerewet, dan tak enak membuat banyak sopir di perusahaan tersebut tak betah. Rata-rata sopir hanya bertahan 1-2 bulan. Maka tak heran, baru 3 bulan ia bekerja sebagai sopir travel ia sudah menjadi sopir senior disana.

“Lha iya mas, biasane sopir kan 1-2 tahun baru disebut sopir senior, lah aku ini baru 3 bulan, udah jadi yang paling tua”, begitu ujarnya sambil tertawa.

Karena ia paling “senior”, maka tak heran ia menjadi sopir kepercayaan bos-nya. Tak jarang ia dalam sehari pulang pergi mengantarkan penumpang. Ini Ponorogo Malang, sekali jalan 6 jam, belum putar-putar mengantarkan penumpang. Yang berarti terkadang dalam sehari ia menyetir selama 12-14 jam!! Maklum, diantara sopir-sopir lainnya, dia yang paling dipercaya, dan terlebih, dia yang paling stand-by siap dipanggil seetiap saat apabila ada penumpang.

Terlebih pernah beliau ini dalam dua hari sekaligus berturut-turut mengantarkan penumpang, itu artinya berangkat dari Malang pagi, sampai Ponorogo sore, langsung muter-muter ambil penumpang dan balik lagi ke Malang, dari Ponorogo sore, sampai Malang malam jam 9 (itu paling cepat) kalau agak ramai dan penumpangnya “macam-macam” bisa sampai jam 12 malam baru sampai garasi. Esok paginya, ia harus bersih-bersih mobil, lalu menjemput lagi, dan berangkat lagi. Kalau di total, setidaknya akan ada 21 jam ia berada di jalanan. Fiuh, aku tak bisa membayangkan shift bersambung seperti itu. Saya menyetir Malang Nganjuk yang “hanya” 4 jam saja, rasanya dah remuk tubuh ini, tapi beliau ini? 21 jam di perjalanan terus. Duh…!!

Maka tak heran ketika rekan-rekannya sesama sopir seringkali heran, “Mas, rahasianya biar gak capek tu gimana se mas?” .

Pak Sopir yang ternyata juga aktif di pengajian sebuah pesantren ini pun menjelaskan dengan bahasa sederhana, . “Saya jawab begini mas, pada mereka”, ceritanya kepadaku.

“Caranya biar gak capek itu gampang, jalankan aja ilmunya gatotkaca”, ujarnya singkat. Saya memang suka wayang, meski tak hafal dan begitu mengikuti, tapi kalau Gatotkaca, Tentu tahu lah. “Ilmu Gatotkaca?” tanyaku dalam hati…

Bapak itu melanjutkan ceritanya, “Saya pernah ngantarkan orang, mungkin sepertinya seorang ustadz dari pondok Gontor. Sama beliau waktu itu saya ceritakan hal yang sama juga, tentang ilmu gatotkaca. Intinya sederhana,waktu itu saya ngobrol begini sama beliau.

‘Sampean tahu Gatotkaca pak?’
‘Iya tahu’, jawab si ustadz
‘Gatotkaca kan bisa terbang kan pak? menurut sampean apa Gatotkaca tu terbang sendiri? melayang-melayang sendiri?’
‘Ya nggak lah, dia bisa terbang karena ada Dalang yang mainin dia’
‘Nah ya gitu pak, ilmu Gatotkaca itu, biar terbang, biar kuat, kita harus mendekat, minta sama dalang kita agar menerbangkan kita. Begitu pula dengan kita pak, biar saya gak capek, ya caranya mendekat, minta kekuatan sama Dzat Yang Tidak Pernah Capek..’

Waktu orangnya turun, tangan saya disalami terus di ‘remet’ (remas) mas…,” ia tertawa menutup ceritanya tentang ilmu gatotkaca.

Dan begitu-lah rupanya ilmu Gatotkaca,… Dan tanpa dijelaskan lebih jauh pun saya rasa, Anda sudah bisa menangkap maknanya.

Ya, karena kita semua adalah si Gatotkaca…maka agar kuat “terbang ke angkasa”, mendekatlah, mintalah pada sang Dalang Semesta… Allah SWT agar Ia membantu kita “terbang”, agar Dia senantiasa memberi kita kekuatan dalam setiap aktifitas. Saya jadi berpikir, jangan-jangan selama ini kita lebih suka mengandalkan seabrek obat suplemen pemulih energi, mulai jamu, STMJ, ginseng, akupuntur, pijat, sampai suplemen-suplemen lain, sementara yang beginian, malah lupa. Maka ya tak heran kalau hasilnya tak banyak berbeda, lah kita cuman ngandalin itu saja..

Tiba-tiba saya jadi teringat sms seorang sahabat saya dahulu, “jika kau merasa lemah, maka mendekatlah kepada Yang Maha Kuat”, dan pak sopir ini pun memaknainya dengan bahasanya…. ilmu Gatotkaca.. Ya… karena kita semua adalah Gatotkaca

Malang, 12 November 2009
Ketika masih terasa capek akibat bekerja

Menjahit Jalinan Perca

Menjahit Jalinan Perca

tersaji lengkap dihadapan kita
ada polymer, ada katun, ada sutra
ada pula goni, kertas, bahkan daun pisang,
kain kasa yang terawang  pun tersedia
plastik, kertas, aluminuim foil pun ada
pokoknya lengkap semua bahan ada

lalu segala warna yang tersedia
ada yang merah, putih, dan abu-abu
atau hijau daun dengan setitik lubang goresan,
ada yang mengkilat ditempa cahaya,
ada yang legam hitam dan kusam
pokoknya lengkap semua warna ada

lalu segala corak motif pola
kotak-kotak yang tegas, polkadot yang ceria
garis-garis, segi enam dan segi lima
ada juga yang bunga-bunga, segala bunga
ada juga yang gambar batik, segala jenis bentuknya
motif safari, bintang-bintang, gambar sapi juga ada
pokoknya lengkap semua motif ada

Hingga ketika tahun-tahun itu tiba
lahirlah sekelompok manusia-manusia cahaya
tanpa diminta, perca-perca itu dijahitnya
dengan jarum darah pengorbanan dan keikhlasan
dalam jahitan potongan-potongan perca yang merdeka
dijahit kita dengan benang-benang persatuan
jahitan ukhuwah, saling bantu antar sesama
bordir kesopanan, sulam senyuman, dan obras kejujuran
ditambahkan dengan kancing anti putus asa
kerah kerja keras dan tenggang rasa

lalu berubahlah tumpukan perca itu
menjadi apa yang kita saksikan di jaman itu…
INDONESIA

Malang, 5 November 2009