Kemarin malam, mama saya telepon, menanyakan kabar, apakah pulang ke Ponorog apa tidak untuk hari raya idul adha kali ini. Aku pun hanya menjawab seperti biasa, ma, kayaknya gak bisa pulang, terlebih karena memangbesok saya ada agenda acara ke Surabaya.
Namun kemudian malam ini saya jadi termenung rasanya, ya, karena jika dihitung-hitung, sudah 4 kali hari raya Idul Adha, saya tidak pulang sholat Id bersama orang tua saya di rumah.
Idul Adha pertama, ketika itu awal saya kuliah di Malang, itu adalah Idul Adha saya pertama di Malang. waktu itu kalau tak salah saya Sholat Id di Lapangan Rektorat UB, meskipun malamnya saya begadang sama ikhwah2 dan Murabbi waktu itu untuk nyiapin Sholat Id di Ruko Dinoyo. Paginya setelah sholat Id, saya diculik untuk mbantu qurban di Masjid Utsman bin Affan (waktu itu jadi satu lokasi/deket sama DPD PKS Kota Malang).
Idul Adha kedua, kali ini juga masih bersama Murabbi dan kawan2 KAMMI, maklum saya baru bergabung resmi dengan KAMMI, cuman lokasinya kali ini berbeda, karena KAMMI sekaligus mengadakan baksos di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Waktu itu, malem Idul Adha-nya saya ingat betul saya dan MR saya “berburu” tambahan Kambing. Paginya saya sholat Id di Donomulyo, saya masih ingat benar, karena waktu itu di hari idul adha, saya malah disuruh belanja sama kawan di Pasar desa Donomulyo yang 100% asing bagi saya. (padahal sorenya sebelum berburu kambing saya juga sudah belanja di pasar blimbing). Eh tak cukup itu, disuruh belanja Blender juga di Pasar Kecamatan.
Idul Adha ketiga, yang ini ketika saya masih diamanahi sebagai Ketua Umum Forkalam periode 2007-2008. Idul Adha kali ini bersama temen2 FOrkalam dan FOksi, ngadain Kurban bareng di daerah “kekuasaan”nya Mahatir, di Kedungkandang. Saya masih ingat karena saya juga ikut mencuci jeroan di sungai di bawah surau pinggir jurang itu. Ih ih ih….Namun waktu itu saya tidak sholat Id di kedungkandang, melainkan di Graha Tirta, diadakanoleh masjid As Salam dekat tempat kontrakan saya.
Idul Adha Keempat, itu tahun lalu, yang ini tidak kemana-mana, karena baru menikah, Idul Adha yang ini, saya sholat di Masjid Al Mukminun dekat rumah saya. Tidak bersama orang tua saya, namun bersama orang tua istri yang memang pas berkunjung juga saat itu.
Dan saya baru sadar, bahwa Idul Adha kelima, hari ini tadi, saya lagi-lagi tidak bertemu orang tua saya, karena Sholat Idul Adha kali ini, saya tidak sempat pulang ke Ponorogo. Tadi saya sholat di Masjid Nurut Taqwa jalan Dewandaru, salah satu masjid langganan saya. Karena besok saya akan ke Surabaya, ada hajatan saudara.
ah saya jadi kangen, ingin merasakan sholat Id dan penyembelihan kurban di Ponorogo, sudah 5 tahun ternyata saya tidak pernah berhari raya Idul Adha di Ponorogo, masya Allah… Saya juga jadi berazzam insya Allah tahun depan saya ingin bisa berkurban atas nama saya sendiri, dan saya ingin menyembelih kambing/domba saya sendiri, seperti Rasulullah sendiri yang juga menyembelih kurbannya. Dan semoga juga tahun depan saya bisa Idul Adha bersama orang tua.. Insya Allah. Amiiin…
Malang 27 November 2009,
Ketika Rindu Idul Adha bersama Orang tua

Malam sudah semakin larut ketika travel yang kunaiki mulai menanjak gunung, tanda mulai meninggalkan Trenggalek dan memasuki kawasan perbatasan Kabupaten Ponorogo yang penuh tebing dan jurang. Penumpang travel yang lain sudah turun semua di Trenggalek tadi, artinya hanya tinggal aku dan sopir seorang. Namun dalam suasana jalanan berliku seperti inilah, justru kami mulai akrab.




Komentar Terbaru