Archive for » October, 2009 «

Sajak Hujan

Ketika mendung hadir tanpa semarak awan…
ketika kilat adalah kelebat-kelebat gelap…
ketika petir tak lagi teriakkan gelegarnya…
ketika hujan turun tanpa air setitikpun…
ketika pelangi hanyalah hitam di angkasa…

dan kita hanya bisa berdoa, berdoa dan berdoa
dan memukul-mukul dada kita yang kian sesak
sabar… sabar… sabar…
namun hujan justru kian membadai

Malang, di sebuah sudut dengan komputer
30 Oktober 2009 21:38

Burung Hantu vs Kucing

Tahukah Anda, bahwa Burung Hantu adalah burung yang jika terbang, boleh dikatakan nyaris tak terdengar…???

Yups, ketika burung hantu mengepakkan sayapnya, bahkan ketika ia terbang sekalipun, ia benar-benar silent… jauh berbeda jika Anda pernah tahu burung dara yang terbang, suaranya pasti terdengar bukan? apalagi jika ayam terbang (emang bisa??).Namun tidak bagi burung hantu. Suaranya benar2 nyaris silent, di situs ini disebutkan : “The design of owls’ wings allows them to fly in almost absolute silence.” .Maka tak heran orang menyebutnya “silent flight” alias si terbang tak bersuara. Hal ini memungkinkan karena ada bulu-bulu halus yang terdapat di sayap dan ekornya yang membantu meredam suara ketika ia terbang. Membantu? tentu sangat membantu.

Burung hantu pun boleh dibilang ia didesain sebagai seekor pemburu di kegelapan malam. Matanya memang sangat tajam di kala malam, namun buta di kala siang. Dan jika Anda tahu dan mengamati pula, mata burung hantu tidak seperti mata burung pada umumnya. Burung lain pada umumnya memiliki mata yang terletak menghadap serong depan kanan dan kiri, bentuk kepalanya boleh-lah dibilang seperti huruf V terbalik dengan matanya di masing-masing sisinya. Namun burung hantu berbeda, matanya terletak di depan sejajar. Ini memberi keuntungan bagi burung pemburu sepertinya, yakni ia bisa memperhitungkan jarak. COba

Ngomong-ngomong tahu kenapa saya ngomong burung hantu? Saya tak sedang belajar jadi Hal ini tak lain tak bukan karena 2 kelinci saya dalam 2 malam tiba-tiba saja lenyap tak berbekas. Sebelumnya yang hilang pertama adalah si netbeans, kelinci abu-abu saya, lalu keesokan malamnya si Delphi yang hilang.

Kucing? mungkin saja, tapi jika kucing ada beberapa kejanggalan.

  1. Kucing yang biasa “berkunjung” ke halaman belakang saya ada 2, dan mereka berdua sama-sama takut sama si kelinci. Beneran, mereka biasanya hanya berani melihat, tapi untuk memburu lebih jauh, tak berani mereka. Lah wong kelincinya saya dekatin, eh si kucingnya malah ketakutan. Aneh kan? maklum sih, kelincinya agak besar soalnya.
  2. Apabila kucing, maka si kucing biasanya akan memakannya di tempat, tapi sayang tak ada bekas apapun di halaman belakang rumah saya.
  3. Jika kucing yang membawanya, maka si kucing harus meloncat melewati tembok pagar rumah, dan itu lumayan tinggi. Untuk seekor kucing biasa (bukan macan) jika harus membawa seekor kelinci remaja seperti itu, almost impossible to jump that high, apalagi membawanya menerobos kawat berduri di atas pagar tembok saya. Kalaupun memang dibawa, harusnya ada bekasnya, entah darah yang tercecer, ataupun bulu si kelinci yang nyangkut di kawat berduri.
  4. Saya pun sudah mencek, tak sampai 2 jam setelah si Delphi dinyatakan hilang si kucing datang ke tempat kami, dan kelaparan. perutnya pun masih kerempeng, tak ada tanda pula si kucing memakan kelinci kami.
  5. dll

melihat dari beberapa fakta diatas, dan bahwa kelinci saya hilang ketika malam menjelang, maka untuk sementara, tersangka utama kelinci saya yang hilang adalah si OWL, alias burung hantu.”Emang ada burung hantu di malang??” saya jawab.. yups ada, temannya ayahku dulu bahkan pernah menangkap burung hantu di daerah yang lebih “kota” daripada tempat saya tinggal sekarang. Apalagi saya saat ini tinggal tak jauh dari sungai dan areal kompleks makam yang lumayan luas. Tempat yang lumayan sepi dan hunian nyaman untuk burung hantu di kota Malang.

AH sayang, saya tak tahu alamat burung hantu terdekat, andai ketemu mungkin akan saya tanyai langsung, apakah dia yang menculik kedua kelinci saya??

Malang 29 Oktober 2009
Ketika teringat 2 kelinci
yang belum seminggu di rumah saya

Ini Kelinci Baru saya

Perkenalkan ini kelinci baru saya, baru kemarin pagi dibawain adek saya waktu orang tua saya datang sabtu pagi kemarin. Kelincinya masih kecil, dibelikan waktu di Surabaya, dibawa dari Surabaya ke Malang naik motor di sebuah kantong kertas,(duh bayangin, untung saja kelincinya gak mabuk kendaraan).Kelincinya sepasang, laki 1 perempuan 1, warnyanya 1 abu-abu, dan satu lagi putih ada strip kuning di punggungya. Duh lucu dah.

Dan baru hari ini terbayang memikirkan nama, mengingat saya orang IT, dan saya suka aneh-aneh, coba tebak hayo, apa namanya? Saya dan istri sepakat, memberi nama yang putih : DELPHI dan yang abu-abu : Netbeans. :)

Kalau Anda orang non IT tak tahu apa itu Delphi dan Netbeans, wajar. Karena Delphi adalah IDE untuk bahasa pascal, sedangkan Netbeans, adalah IDE untuk Java.

Ini dia fotonya si Netbeans dan Delphi lagi makan sayur kangkung yang saya belikan tadi pagi.  Agak heran dengan kelinci, ini karena dari kemarin saya kasih wortel gak dimakan-makan…

kelinciku

Dibelikan mama waktu malam sabtu kemarin adek nanis dibelikan kelinci, sekalian juga dibelikan buat kami berdua. Harganya 15.000 per ekor. Masih kuecil paleng sekitar 2 genggaman tangan saya besarnya.

ngomong-ngomong, tahukan Anda bahwa kelinci itu sebaiknya tidak diberi minum? jika masih kecil dan diberi minum malah mati. Kebutuhan air si kelinci didapat dari makanan yang dikonsumsinya. ANeh banget… ngomong2 saya jadi pengen tahu, suaranya kelinci tu kayak apa, karena sampai sekarang, si kelinci tak pernah berbunyi. diam melulu. Kalau punya kucing kayak dulu, dah dijamin ramai terus si kucing meong-meong melulu.

Oh ya kenapa saya pilih namanya Delphi dan Netbeans, simpel, 1 karena saya orang IT, 2 karena saya bosan dengan nama2 hewan piaraan yang biasa-biasa saja. :D Kalau seperti ini, tolong nanti jangan tanya saya… Sekarang Netbeans sudah umur berapa? tapi tolong tanya, Netbeans sekarang sudah versi berapa? hehe… maaf, soalnya saya juga tak tahu umur si Delphi dan Netbeans. tapi yang jelas sih, masih sangat muda sekali.

Catatan Hujan…

hujanAlhamdulillah, setelah berminggu-minggu Malang kering dan panas, sampai menjadi trend di status Facebook kawan-kawan yang tinggal di Malang, (bahwa Malang semakin panas), akhirnya sore tadi sekitar pukul 4-5 sore, Malang kembali diguyur dengan hujan. adik ipar saya yang masih SD yang kebetulan sore tadi datang berkunjung ke rumah, senang sekali,  Andai tak dilarang sama mamanya, tentu dia akan berlarian di luar khas anak kecil seperti saya dulu masih kecil : Hujan-Hujan.

Saya memang orang IT, bukan petani, bukan pula tukang ojek payung, apalagi penjual jas hujan. Tapi saya sungguh senang dengan Hujan, terlebih apabila hujan tiba di sore hari.Ah, apalagi apabila ditemani dengan teh atau susu coklat hangat dan pisang atau singkong goreng, sambil ditemani nonton film yang seru, ah rasanya damai sekali.

Tapi saya juga sadar ada orang-orang yang tidak begitu suka dengan hujan ini, orang-orang yang baru pulang kantor, anak-anak yang baru pulang dari sekolah, mereka yang tengah hajatan, toko-toko yang jadi sepi pembeli, pegawai laundry yang mengandlakan sinar matahari, pembuat krupuk tradisional, pembuat ikan asin yang masih pakai matahari, dll Ah, memang relativitas kesukaan terhadap hujan memang sangat tergantung dengan kondisi masing-masing.

dan disinilah berlaku prinsip RELATIVITAS EGOISME HUJAN.
Bahwa kita semua hujan, atau hujan-hujan, tapi kita semua tidak ada yang suka kehujanan :) atau aktifitas kita terganggu oleh hujan… Intinya kita baru sukan apabila kita tidak terganggu oleh hujan.

Suka tidak suka Anda terhadap hujan, jangan sekali-kali mencela Hujan, apalagi memprotes pada Tuhan. Tapi bersyukurlah, karena Hujan diturunkan oleh Sang maha pemberi rezeki, untuk bumi, agar ia memberi kehidupan untuk apa-apa yang Anda makan…. :)

Ah memang banyak cerita tentang hujan, dan saya yakin Anda pun punya cerita-cerita tersendiri tentang Hujan. Dan ngomong-ngomong, saya jadi merasa catatan saya, ini terlalu bertele-tele.

Sudah dulu, Intinya saya mau ngomong, ada 2 hal.

  • Saya bukan petani melainkan orang IT, tapi saya sangat senang dengan Hujan yang turun sore ini mengguyur kota Malang yang kian panas.. Apakah Anda juga begitu saudaraku?
  • Banyak yang dari kita senang dengan hujan, dan begitu juga hujan-hujanan, tapi anehnya kita semua tidak suka KEHUJANAN :) ah ada banyak cerita tentang hujan…. :)
  • 2 statement diatas adalah status facebook saya barusan.

Malang 24 Oktober 2009
Setelah semalam mimpi tentang Hujan

Saya bukan petani melainkan orang IT, tapi saya sangat senang dengan Hujan yang turun sore ini mengguyur kota Malang yang kian panas.. Apakah Anda juga begitu saudaraku?

Farewell KOSTRAD…!!!

Tak terasa, sudah lama ternyata aku dan ikhwan-ikhwan se-halaqah ku kini. Halaqah yang dimulai sekitar 2,5 tahun yang lalu, yang kami sepakat memberinya nama kepanjangan dari Komando Strategi Dakwah. Biarin norak, yang penting namanya keren, daripada halaqah-halaqah lain yang mungkin gak punya nama hehe…

2,5 tahun dan rasanya 25 tahun. Dan pekan kemarin adalah pekan terakhir kami bersama, karena mulai pekan ini, dari kesepuluh anggotanya, akan dipecah di 6 halaqah berbeda… Ah, sungguh sayang memang, karena seingatku, ini adalah halaqah dengan murabbi terlama yang aku pernah ikuti. Sebelumnya halaqah pertama di kampus, hanya 1 tahun dengan murabi X, dan 1 tahun pula dengan murabbi Y. Dan ini yang terlama, 2,5 tahun, dengan background orang2 yang selevel pula… Tapi dakwah must go on…!!!

Selamat jalan saudaraku!! Dimana Bumi dipijak, disitu Islam kan dijunjung…
Farewell, Sayonara, semoga kelak kita dipertemukan di Jannah-Nya… amin

“Fastaqim Kamaa Umirta!”
Malang, 23 Oktober 2009

Seorang Anak Pencari Rumput di Sukarno Hatta

disuatu siang di kota Malang tanpa awan
seorang anak kecil berjalan dari Jembatan
kusam muram wajahnya tanda kelelahan
ah mungkin saja baru-lah ia pulang dari sekolahan
menuntut ilmu, kata orang tuk masa depan

tak peduli terik menyengat menguras keringat
walau waktu dhuhur pun sudah kian dekat
Tak kuat ia berjalan makin cepat,
sebilah sabit ia pegang dengan erat
sehelai karung ia seret bersama langkah berat

Ya, inilah anak SD pencari rumput tuk makan ternak nya

ah bocah pencari rumbpt itu,
Ini kota gersang, mana ada rumput kan kau temui?
Ada memang, tapi itu di halaman-halaman kampus elit nan mahal
Masuk pun kau akan terasa gatal-gatal
ada pula di  rumah para pejabat dewan yang “terhormat”
Jangankan kau menyabit, masuk saja kau kan ditendang

Ah kasihan benar kau nak,
usiamu masih belia, namun kau tak bisa ceria
Jika tak ada kau, mau makan apa kambing dan sapi keluarga?
di kala anak-anak lain asyik dengan Play Station, XBox, dan sederet mainan canggih mereka
ditemani AC, dan setumpuk camilan supermarket
disertai belaian ibunda tercinta…
Namun kau, sepulang sekolah, berjalan dengan sandal jepit kecilmu,
susuri kota yang panas terik, dan kaupun pasrah bak putus asa
dengan langkah lelah kau cari sekarung rumput di tengah kota…
Ah… kasihan benar kau nak,

Ah, tapi biarlah, semoga dengan itu kau lebih cepat dewasa
dengan itu, kau akan tahu hidup yang sebenarnya
semakin sebuah besi ditempa, semakin kuatlah ia..
karena kelak, kaulah yang kan gantikan orang-orang dewasa,
kau ganti mereka mengurus negara Indonesia

Jujurlah nak, baktikan dirimu jadi orang berguna
kelak jadilah pemimpin negara yang shaleh dan bersahaja
Dan jika ada masanya, sempatkanlah lewat di jembatan kita
dan akan kau ingat, bahwa pernah di siang sebelum dhuhur tiba
kaupergi mencari rumput tuk ternak keluarga
dengan sebilah sabit, dan karung di tangan legam hitam

Semangat ya nak, kelak semoga hidupmu senantiasa dalam petunjuk-Nya

Malang, 23 Oktober 2009 00:38 am
Teruntuk adek pencari rumput yang lewat depan Eramedia
di sebuah siang yang panas, di Sukarno Hatta

Catatan Kecelakaan Lalu Lintas di Sabtu Sore itu…

Mulanya memang perjalanan biasa saja kemarin sore itu. Seperti biasa sedang pulang dari Surabaya ke Malang, setelah seharian berlelah ketemu dengan klien di GLobit (Global IT mart), sabtu sore, balik lah kami dari Surabaya. Dan as always predicted, setiap yang namanya jumat sore dan sabtu sore, bisa dipastikan Jalanan keluar kota Pahlawan penuh sesak. apalagi area favorit saya, Porong!!! Tapi untunglah, meski terjebat macet dan merambat selama 45 menit lebih di area ini.

Singkat kata, dalam Mobil yang ada aku, bang mail, adib, dan Sigit (FH 2004) yang juga ikut mumpung liburan katanya. Selepas Pandaan, ups ternyata Sigit Mabuk, muntahlah ia di kresek bekas sisa bekal makan tadi. Karena penumpang lain yang berbaik hati, maka diputuskan kami berhenti sebentar, agar Sigit “lega” mutahnya :D .

Dan berhentilah kami, tepat di depan gerbang depan Taman Safari (yang ada patung gading gajah doang). Setidaknya Sigit lega mutahnya. Sebelumnya, ketika berhenti, sempat aku lihat ada orang cuman pakai kaus merah, dan katok pendek (kayak celana dalam) warna putih berjalan di tengah-tengah pembatas. Aku hanya bilang ke adib, “Dib-dib, lihaten, tuh ada orang udo” (telanjang).  Adib pun melihat belakang, karena si “Gila” memang jalan ke arah yang berlawanan dengan kami.

Eh, tak lama kemudian tahu-tahunya, Adib bilang, “Ada Kecelakaan”. Tak sampai lama sudah rame. Usut punya usut, ternyata si orang Gila yang jalan di tengah tadi (karena memang di tengah jalan ada beton pembatas), ternyata menyeberang ke tepi kiri jalan. Yah, namanya juga orang Gila, mana paham dia. Kata adib, si gila tadi hampir ketabrak mobil, terus sepeda motor dibelakangnya, tak tahunya sepeda motor dibelakangnya yang kaget, nyerempet, dan jatuhlah sepeda motor tadi.

Karena lokasinya di seberang jalan yang berlawanan arah dari kami, kami tak tahu pasti. Hanya terlihat di kejauhan seperti orang yang tergeletak di jalan. Duh, kok kayaknya parah begini, pikirku. Berinisiatiflah kami apabila kami bisa membantu orang itu. At least mengantarkan ke RS terdekat,karena memang kayaknya parah. Aku pun tanya Adib, gak apa-apa ta dib? Adib mengiyakan. Saat itu aku sudah tidak memikirkan Sigit yang masih mabuk atau tidak (sory ya Git, ada yang lebih urgent). Karena Adib memberi lampu hijau apabila memang orang yang kecelakaan tadi butuh tumpangan, gpp, maka meluncurlah aku ke TKP untuk mengecek kondisi orang.

Sampai sana, aku lihat ada satu orang yang tergeletak antara sadar dan tidak. Ow, ternyata ada dua, si pembonceng dan yang tergonceng. Yang nggonceng hanya lecet dan memar, tapi yang di gonceng rupanya yang sudah terbaring di tepi jalan. Duh, kayak kejadian kayak gini memang banyak orang rame, tapi yang nulungi sedikit. Most of them hanya pengamat dan komentator. Seorang Bapak tanya pada aku, yang kayaknya tahu aku turun dari mobil di seberang jalan, APakah aku bisa memberi tumpangan orang tersebut ke RS Faidah. Aku tanya dimana itu, oleh orangnya dijelaskan,sekitar 1 Km ke arah sana mas (sambil menunjuk ke arah malang). AKu lihat orangnya memang butuh urgent medical action. Segera aku telpon adib, minta agar mobil escudo si adib mendekat agar orang tersebut bisa diangkut ke mobil, dan dilarikan ke RS.

OK, mobil datang, aku minta air minum untuk diberikan ke orang yang terbaring tadi. Kata temannya, ini dia baru siuman, dan memang aku lihat dia kok kayak orang Haho? duh khawatir jangan karena terbentur jalan or something dia jadi Amnesia. Aku pun memberanikan diri tanya ke orang tadi, sambil temannya di sebelahnya, Aku tanyain Nama nya siapa, tanggal lahir kapan, sampai sini dia masih bisa ingat betul. Ah lega, syukurlah. Lalu aku lanjutkan dengan pertanyaan hari ini hari apa? sampai sini, dia ternyata kesulitan. (kayak di film2 aja, dasar Sahid sok tahu hehe). AKu pun tanya,ada yang sakit apa nggak pak? or kerasa patah or something? beliau hanya menjawab kaki kanannya. Sama orang-orang disuruh bawa aja  mas ke RS, daripada sampean disini malah nyiksa temen sampean, kata orang2 ke temannya yang seems sangat tidak apa-apa. Singkat kata, diangkutlah orang tadi ke mobil. Aku suruh adib ke RS duluan, nanti aku nyusul dengan mas nya yang tidak terlalu apa-apa tadi.

Dan berangkatlah adib, tapi ternyata something happen. OMG, kunci motor kebawa temannya yang dibawa ke UGD RS tadi. ow, jadilah akhirnya aku dan mas nya tadi menunggu di TKP sambil ngobrol sedikit2. Orang-orang sudah mulai pergi, dan datanglah seorang polisi dan temannya. Kami sempat berbicara beberapa hal. Ow, ternyata temannya yang parah tadi, sebelumnya pernah kecelakaan dan patah tulang kakinya, ini baru sembuh dan diajak jalan-jalan sama dia, eh lah kok kecelakaan lagi. Saat itu, aku baru sadar, kalau orang Gila yang keserempet tadi tentu sudah jalan jauh ke arah pandaan. Sama pak Polisi dijelaskan bahwa orang gila itu sebelumnya sudah bikin kecelakaan pula, lalu ditangkap, dan dia heran kok bisa lepas lagi.

Tak lama kemudian, datanglah adib yang membawa kunci sepeda motornya. Ups, there is some problem here, yang pertama masnya masih agak shock dan ndredeg, sangat tidak di recommend untuk menyetir sepeda motor. sementara sepeda motornya adalh Honda Beat. seumur-umur, aku tak pernah nyetir motor matic. Ah untunglah temannya pak polisi nawarkan diri, akhirnya dia yang nggonceng mas nya tadi, dan aku yang digonceng pak Polisi.

singkat kata, sampailah kami semua di RS. Masnya sudah masuk duluan. AKu bilang ke Adib, aku mau masuk sebentar pamitan. setelah pamitan, barulah aku dan Adib melanjutkan perjalanan pulang ke Malang. Di jalan aku sempat SMS ke “open source”-radio, Suara Surabaya di 100.0 FM intinya mengabarkan kecelakaan tadi sambil menghimbau agar pengendara yang ke arah surabaya, agar hati-hati menjelang sampai pandaan, mengingat orang gilanya masih belum tertangkap.

Begitulah kejadian yang saya alami sabtu malam 17 Oktober 2009 tersebut.

ngomong-ngomong, saya jadi terpikir beberapa hal. Yang pertama, terkait kecelakaan, benar kata Papa saya, bahwa terkadang kita itu sudah hati-hati, sudah naati aturan jalan, eh orang lain yang ternyata bikin kita celaka. seperti mas berdua tadi, saya yakin mereka sudah hati-hati. eh tak tahunya yang nyabrang bukan orang normal, tapi orang gendeng. Yang kedua, dalam setiap kejadian kecelakaan, dll… most of people hanya sebagai penonton saja. Jarang yang aktif menolong. Jadi pastikan kelak, jika anda menemukan hal serupa, Act like a Captain who wants to save his Soldier, berlaku Tegas mengatur penonton dan aktif membantu korban.Yang ketiga, ini hikmah yang terpenting buat saya. Bahwa Rencana Allah sungguh sangat rapi dan teratur. Allah berkehendak mengatur semuanya secara sempurna. Andai Sigit tak mabuk, mungkin kami tak ketemu dengan mereka, melihat kejadian kecelakaan secara “live”, meliaht orang gila itu, dan tak menolong mereka yang kecelakaan tadi, apalagi sampai membawanya ke RS. However, live is always a choice, bisa saja kami langsung pergi setelah melihat kejadian itu, toh sudah banyak orang yang berkerumun. Tapi ternyata karena maklum satu mobil orangya baik hati semua, maka kam memutuskan help, meski sebentar. Dan saya yakin, Allah semua yang men-set agar terjadi hal ini.

Kayaknya itu saja ceritanya, saya sudah mulai mengantuk, dan meski bahasa dalamposting kali ini agak mbosenin, mohon maklum, saya ngantuk dan mau tidur, yang penting saya sudah cerita. nanti kapan-kapan kita sambung kembali.

Malang dini hari 00:40 am 19 Oktober 2009
Menjelang tidur berdoa dulu :D