Mulanya memang perjalanan biasa saja kemarin sore itu. Seperti biasa sedang pulang dari Surabaya ke Malang, setelah seharian berlelah ketemu dengan klien di GLobit (Global IT mart), sabtu sore, balik lah kami dari Surabaya. Dan as always predicted, setiap yang namanya jumat sore dan sabtu sore, bisa dipastikan Jalanan keluar kota Pahlawan penuh sesak. apalagi area favorit saya, Porong!!! Tapi untunglah, meski terjebat macet dan merambat selama 45 menit lebih di area ini.
Singkat kata, dalam Mobil yang ada aku, bang mail, adib, dan Sigit (FH 2004) yang juga ikut mumpung liburan katanya. Selepas Pandaan, ups ternyata Sigit Mabuk, muntahlah ia di kresek bekas sisa bekal makan tadi. Karena penumpang lain yang berbaik hati, maka diputuskan kami berhenti sebentar, agar Sigit “lega” mutahnya
.
Dan berhentilah kami, tepat di depan gerbang depan Taman Safari (yang ada patung gading gajah doang). Setidaknya Sigit lega mutahnya. Sebelumnya, ketika berhenti, sempat aku lihat ada orang cuman pakai kaus merah, dan katok pendek (kayak celana dalam) warna putih berjalan di tengah-tengah pembatas. Aku hanya bilang ke adib, “Dib-dib, lihaten, tuh ada orang udo” (telanjang). Adib pun melihat belakang, karena si “Gila” memang jalan ke arah yang berlawanan dengan kami.
Eh, tak lama kemudian tahu-tahunya, Adib bilang, “Ada Kecelakaan”. Tak sampai lama sudah rame. Usut punya usut, ternyata si orang Gila yang jalan di tengah tadi (karena memang di tengah jalan ada beton pembatas), ternyata menyeberang ke tepi kiri jalan. Yah, namanya juga orang Gila, mana paham dia. Kata adib, si gila tadi hampir ketabrak mobil, terus sepeda motor dibelakangnya, tak tahunya sepeda motor dibelakangnya yang kaget, nyerempet, dan jatuhlah sepeda motor tadi.
Karena lokasinya di seberang jalan yang berlawanan arah dari kami, kami tak tahu pasti. Hanya terlihat di kejauhan seperti orang yang tergeletak di jalan. Duh, kok kayaknya parah begini, pikirku. Berinisiatiflah kami apabila kami bisa membantu orang itu. At least mengantarkan ke RS terdekat,karena memang kayaknya parah. Aku pun tanya Adib, gak apa-apa ta dib? Adib mengiyakan. Saat itu aku sudah tidak memikirkan Sigit yang masih mabuk atau tidak (sory ya Git, ada yang lebih urgent). Karena Adib memberi lampu hijau apabila memang orang yang kecelakaan tadi butuh tumpangan, gpp, maka meluncurlah aku ke TKP untuk mengecek kondisi orang.
Sampai sana, aku lihat ada satu orang yang tergeletak antara sadar dan tidak. Ow, ternyata ada dua, si pembonceng dan yang tergonceng. Yang nggonceng hanya lecet dan memar, tapi yang di gonceng rupanya yang sudah terbaring di tepi jalan. Duh, kayak kejadian kayak gini memang banyak orang rame, tapi yang nulungi sedikit. Most of them hanya pengamat dan komentator. Seorang Bapak tanya pada aku, yang kayaknya tahu aku turun dari mobil di seberang jalan, APakah aku bisa memberi tumpangan orang tersebut ke RS Faidah. Aku tanya dimana itu, oleh orangnya dijelaskan,sekitar 1 Km ke arah sana mas (sambil menunjuk ke arah malang). AKu lihat orangnya memang butuh urgent medical action. Segera aku telpon adib, minta agar mobil escudo si adib mendekat agar orang tersebut bisa diangkut ke mobil, dan dilarikan ke RS.
OK, mobil datang, aku minta air minum untuk diberikan ke orang yang terbaring tadi. Kata temannya, ini dia baru siuman, dan memang aku lihat dia kok kayak orang Haho? duh khawatir jangan karena terbentur jalan or something dia jadi Amnesia. Aku pun memberanikan diri tanya ke orang tadi, sambil temannya di sebelahnya, Aku tanyain Nama nya siapa, tanggal lahir kapan, sampai sini dia masih bisa ingat betul. Ah lega, syukurlah. Lalu aku lanjutkan dengan pertanyaan hari ini hari apa? sampai sini, dia ternyata kesulitan. (kayak di film2 aja, dasar Sahid sok tahu hehe). AKu pun tanya,ada yang sakit apa nggak pak? or kerasa patah or something? beliau hanya menjawab kaki kanannya. Sama orang-orang disuruh bawa aja mas ke RS, daripada sampean disini malah nyiksa temen sampean, kata orang2 ke temannya yang seems sangat tidak apa-apa. Singkat kata, diangkutlah orang tadi ke mobil. Aku suruh adib ke RS duluan, nanti aku nyusul dengan mas nya yang tidak terlalu apa-apa tadi.
Dan berangkatlah adib, tapi ternyata something happen. OMG, kunci motor kebawa temannya yang dibawa ke UGD RS tadi. ow, jadilah akhirnya aku dan mas nya tadi menunggu di TKP sambil ngobrol sedikit2. Orang-orang sudah mulai pergi, dan datanglah seorang polisi dan temannya. Kami sempat berbicara beberapa hal. Ow, ternyata temannya yang parah tadi, sebelumnya pernah kecelakaan dan patah tulang kakinya, ini baru sembuh dan diajak jalan-jalan sama dia, eh lah kok kecelakaan lagi. Saat itu, aku baru sadar, kalau orang Gila yang keserempet tadi tentu sudah jalan jauh ke arah pandaan. Sama pak Polisi dijelaskan bahwa orang gila itu sebelumnya sudah bikin kecelakaan pula, lalu ditangkap, dan dia heran kok bisa lepas lagi.
Tak lama kemudian, datanglah adib yang membawa kunci sepeda motornya. Ups, there is some problem here, yang pertama masnya masih agak shock dan ndredeg, sangat tidak di recommend untuk menyetir sepeda motor. sementara sepeda motornya adalh Honda Beat. seumur-umur, aku tak pernah nyetir motor matic. Ah untunglah temannya pak polisi nawarkan diri, akhirnya dia yang nggonceng mas nya tadi, dan aku yang digonceng pak Polisi.
singkat kata, sampailah kami semua di RS. Masnya sudah masuk duluan. AKu bilang ke Adib, aku mau masuk sebentar pamitan. setelah pamitan, barulah aku dan Adib melanjutkan perjalanan pulang ke Malang. Di jalan aku sempat SMS ke “open source”-radio, Suara Surabaya di 100.0 FM intinya mengabarkan kecelakaan tadi sambil menghimbau agar pengendara yang ke arah surabaya, agar hati-hati menjelang sampai pandaan, mengingat orang gilanya masih belum tertangkap.
Begitulah kejadian yang saya alami sabtu malam 17 Oktober 2009 tersebut.
ngomong-ngomong, saya jadi terpikir beberapa hal. Yang pertama, terkait kecelakaan, benar kata Papa saya, bahwa terkadang kita itu sudah hati-hati, sudah naati aturan jalan, eh orang lain yang ternyata bikin kita celaka. seperti mas berdua tadi, saya yakin mereka sudah hati-hati. eh tak tahunya yang nyabrang bukan orang normal, tapi orang gendeng. Yang kedua, dalam setiap kejadian kecelakaan, dll… most of people hanya sebagai penonton saja. Jarang yang aktif menolong. Jadi pastikan kelak, jika anda menemukan hal serupa, Act like a Captain who wants to save his Soldier, berlaku Tegas mengatur penonton dan aktif membantu korban.Yang ketiga, ini hikmah yang terpenting buat saya. Bahwa Rencana Allah sungguh sangat rapi dan teratur. Allah berkehendak mengatur semuanya secara sempurna. Andai Sigit tak mabuk, mungkin kami tak ketemu dengan mereka, melihat kejadian kecelakaan secara “live”, meliaht orang gila itu, dan tak menolong mereka yang kecelakaan tadi, apalagi sampai membawanya ke RS. However, live is always a choice, bisa saja kami langsung pergi setelah melihat kejadian itu, toh sudah banyak orang yang berkerumun. Tapi ternyata karena maklum satu mobil orangya baik hati semua, maka kam memutuskan help, meski sebentar. Dan saya yakin, Allah semua yang men-set agar terjadi hal ini.
Kayaknya itu saja ceritanya, saya sudah mulai mengantuk, dan meski bahasa dalamposting kali ini agak mbosenin, mohon maklum, saya ngantuk dan mau tidur, yang penting saya sudah cerita. nanti kapan-kapan kita sambung kembali.
Malang dini hari 00:40 am 19 Oktober 2009
Menjelang tidur berdoa dulu
Komentar Terbaru