Archive for » August, 2009 «

serigala

negeri ini milik serigala lapar
hari ini kau disebutnya kawan,
dirangkul kau seolah pahlawan
Esok hari kau kau jadi sarapan
tinggal tulang-tulang berserakan

Kita hanya kelinci-kelinci mungil di padang Indonesia
tak peduli apapun warnamu, coklat, putih, hitam, abu-abu
merah, hijau, kuning, atau biru
kita tetap kelinci-kelinci mungil di padang Indonesia
Hari demi hari kita hanya menanti dimangsa
Hari ini teman kita, esok saudara kita, lusa kita yang kan dimangsa

Serigala-serigala yang buas lapar tak kenal kenyang
Mau kau beri satu kelinci, dua, tiga, atau bahkan sejuta
serigala tetap merasa lapar

Kini masalahnya adalah…
Maukah kita kini menegakkan telinga,
Tunjukkan gigi seri kita,
berbaris dengan bangga
lalu teriakkan
LAWAN!!!

malang 27 agustus 2009

Karena Komputer Itu Bodoh, dan Anda yang Pintar (pengantar)

Jika Anda pernah ber berkata, “Kok PintarYa Komputernya?” maka agaknya kini Anda harus buru-buru meralat ucapan  tersebut. Kenapa? Jawabannya Sederhana, silakan jawab “Mana yang lebih pintar? komputer atau yang bikin komputernya?”.

Lepas dari itu, komputer, benda yang dianggap canggih, bisa melakukan hampir apa saja, sebenarnya tak ubahnya seperti mesin. Dan sebagaimana layaknya mesin lain, ia hanya benda yang bodoh.  Dan memang itulah hakikat komputer. Ia hanya benda yang (teramat sangat) bodoh. Namun ia punya kelebihan dibanding manusia umumnya, ia teliti, dan senantiasa bekerja secara stabil dan konsisten. Anda mau mengerjakan komputasi rumit, sekarang, atau satu jam lagi, atau bahkan nanti setelah komputer anda biarkan menyala seharian, hasilnya dijamin akan sama. Anda mau melakukan operasi perhitungan, dari baris satu, hingga baris ribuan sekalipun, hasilnya akan sama dan tetap konsisten. Komputer pun tidak mengenal rasa capek yang tentu saja membuat daya pikirnya menurun. Asal ada listrik dan suhu komputer tetap terjaga, maka Insya Allah lancar jaya.

Namun coba Bandingkan dengan manusia? Anda disuruh mengerjakan soal matematika selama beberapa  jam saja tentu Otak Anda akan mudah lelah. Soal yang sangat mudah bagi sebagian orang pun, apabila Inilah manusia, moody, kurang teliti, tak tahan lama.Tak heran seorang Gary Kasparov Grandmaster catur penantang Tuhan dengan pur satu bidak pun ketika diadu melawan Deep Blue superkomputer  buatan IBM khusus untuk catur, dia bisa seri sebanyak dua kali, sebelum sisi manusiawinya bekerja, capek dan lelah, jenuh, dan sisi manusiawi lainnya mengalahkan otak caturnya… kalahlah ia di pertandingan ketiganya.

Namun soal kecerdasan, manusia boleh diadu. Tak bisa tidak, karena kalau tidak, maka siapa lagi yang menciptakan program komputer yang begitu hebatnya kalau bukan manusia. Logika penciptaan akan selamanya tetap berlaku, secanggih-canggihnya makhluk tetap lebih pintar penciptanya.

Sebuah contoh kecil saja,ini tergantung IQ Anda, namun tentu jika IQ Anda tidak terlalu tiarap, insya Allah masih tahu bagaimana cara mengerjakan ini. Semisal anda diberi soal seperti ini,

A
BB
CCC
DDDD

Lalu ditanya, apa baris ke 5 nya?? (jangan bercanda, ini serius!!) Anda saya yakin akan dengan mudah menjawabnya. (EEEEE -jika Anda tidak bisa menjawabn, maka silakan tes IQ lagi).Namun jika Anda menyuruh komputer untuk mengerjakannya, maka jangan tanya, tentulah komputer tidak akan memberikan jawaban apa-apa. Kecuali hingga ia diprogram untuk menyelesaikannya. Namun jika sekarang semisal Anda dan komputer yang sudah diprogram tersebut diadu untuk menulis hingga baris ke 100, manakah yang lebih cepat? sekarang barulah kita dapatkan jawabannya komputer.

Kalau dipikir-pikir memang dibanding manusia, komputer secanggih apapun tetaplah sbuah mesin, yang untuk kemampuan otak manusia, seperseratusnya pun bahkan tak sampai. bahkan saya yakin seper seribu nya pun komputer paling canggih yang ada sekarang pun tetap tak ada apa-apanya. Komputer tak lebih dari sebuah mesin pemroses, adapaun cara pemrosesan sekali lagi tetap pada tangan manusia.

Sungguh jauh berbeda jika Anda mau membandingkan dengan manusia.

Itu contoh mudah, mau contoh yang lebih sulit?Di tulisan mendatang akan saya tulis terkait kecerdasan buatan. doakan semoga cepat selesai :)