Archive for » June, 2009 «

Relativitas Mimpi

Apa arti sebuah mimpi dalam tidur kita?
Bagaimana pula kita bisa menyebutnya sebuah mimpi indah atau buruk?

***

Kita biasa secara sederhana menggambarkan bahwa mimpi kita sebut indah jika di dalamnya ada sebuah hal yang menurut kita indah. Sesuatu yang tentu membahagiakan kita jika terjadi di alam nyata. Dan kita tahu bahwa mimpi yang seperti ini datangnya dari Allah, maka bersyukurlah, dan rasul pun mengajarkan pada kita untuk menceritakannya pada orang yang kita sukai.


Sebaliknya adalah mimpi buruk. Tak seorang pun menginginkan kehadirannya, bahkan orang yang sulit tidur (insomnia) sekalipun, takkan mengharapkan kehadirannya dalam tidur-tidur kita. Mimpi seperti ini berasal dari syaithan, dan kita dianjurkan untuk berta’awudz dan menyembunyikannya.

Bagaimanapun itu, mimpi adalah sebuah dunia yang penuh misteri. Satu hal, karena kita tak bisa mengendalikan mimpi itu. Kita tak bisa menjadwalkan mimpi kita, kita tak bisa pula merencanakan apa mimpi kita malam ini. Meski terkadang sering kita temukan bahwa seringkali kita bermimpi atas apa yang paling menyibukkan pikian kita. “Hingga terbayang sampai mimpi”, begitu kata sebagian orang.

Namun, dalam pandangan orang yang tengah terbius oleh cinta, mimpi akan menemukan relatifitasnya. Memang secara biasa, suatu mimpi yang indah bagi kita, bisa jadi adalah mimpi buruk bagi orang lain. Karena bisa jadi hal itu adalah suatu hal yang buruk baginya. Demikian pula sebaliknya, dan bukan ini telativitas yang ingin saya maksudkan.

Namun ketika secara konten kita dan orang lain sepakat bahwa mimpi tersebut adalah mimpi indah, disinilah kita akan menemukan relatifitas itu. Relatifitas ini terjadi ketika kita bermimpi bertemu dengan orang yang kita cintai. Ketika dalam mimpi tersebut hadir sosok yang selama ini kita idam-idamkan akan menjadi pasangan hidup, sang dambaan hati..

Dan memang sepintas mimpi tersebut akan kelihatan indah. Manusia mana yang tak berbunga-bunga ketika bertemu dengan dambaan hatinya? Meski hanya dalam mimpi! Kita pun akan sepakat bahwa isi dari mimpi tersebut tentulah indah bagi pemimpinya. Ya, saya pun juga akan sepakat seperti itu. Namun yang terjadi setelahnya tak jarang kita akan menemukan sisi buruk dari mimpi ini. Bahwa ketika kita akhirnya sadar bahwa keindahan tadi hanyalah mimpi belaka. Kita terbangun dan semua tadi pun lenyap tak berbekas.

Kita terbangun, dan menemukan bahwa orang tersebut tidaklah ada di sisi kita. Kita tak baru saja bertemu, atau apa pun. Bahkan bisa jadi orang yang ada dalam mimpi kita, ribuan kilometer jaraknya terpisah dari kita. Apa yang kita anggap indah, kemudian justru berbalik menyakiti sisi-sisi kecil ruang hati kita, hanya karena kemudian kita sadar bahwa kenyataan belumlah seindah dalam mimpi.

Disinilah titik uji kedewasaan cinta manusia. Orang yang lemah, maka ia akan larut dalam kesedihannya dan menyesali, bahwa cintanya ternyata belumlah seperti dalam mimpinya. Memang ia tak begitu lama larut, karena ia akan berbalik untuk kembali hidup dalam alam-alam mimpi indahnya. Mimpi tersebut akan terus ia rekam dalam jiwa dan pikirannya semata-mata agar ia merasa senang. Namun ketika ia terbangun dan bertemu realitas, ia pun akan sedih kembali. Ia mulai bermimpi lagi, sadar, sedih, bermimpi lagi, dan akan terus berulang seperti itu.

Sebaliknya, orang yang kuat dan tegar. Ia lebih memilih untuk berhadapan dengan realitas yang tak sesuai mimpinya. Rasa sakit dari mimpi indah tersebut justru akan mendorong dirinya untuk menggapai mimpi tersebut. Untuk bagaimana mendapatkan orang yang telah melintas dalam mimpinya. Orang seperti ini lebih memilih untuk merasakan sakitnya mimpi. Ia lebih memilih untuk hidup dalam realitas, dan tentu saja, sebagai akibatnya rasa sakit itu hanya akan dialaminya sekali atau dua kali. Dan kemudian ia akan berubah menjadi sebuah energi untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Orang yang seperti inilah yang akan bertahan dari siksaan kerinduan. Ia mampu mengubah luka-lukanya menjadi sebuah energi besar untuk mewujudkan keinginannya. Ia seperti sebuah kaum yang berabad-abad terpuruk dalam penjajahan, kemudian tiba-tiba bangkit menjadi singa-singa lapar yang siap menerkam tuannya. Ya, energinya bukanlah dari mimpi indah tersebut, melainkan dari rasa sakit karena mimpi belumlah sesuai realitas. Ia sadar bahwa tak ada gunanya hidup dalam dunia mimpi, ia memang butuh mimpi, karena bagaimana kita akan memiliki mimpi yang jadi kenyataan jika kita tidak memiliki mimpi itu sendiri? Mimpi indah itu mungkin akan terekam, dan itulah yang akan dikejarnya dengan segenap energi-energi akibat sakit tersebut.

Repost dari blog lama..
Malang, Maret 2007

Lelaki Sejuta Wajah, Lelaki Sejuta Mimpi

Wahai semesta, saksikanlah..
aku bukan lelaki polos tanpa wajah
aku hanya orang yang senantiasa tabah
Kuat bertahan dalam setiap keluh kesah

Aku yang Mencoba menahan tawa ketika seseorang tengah terluka
Mencoba menahan semuanya.. agar tiada luka yang bertambah…
Agar tiada lagi tangis yang tertumpah..
Cukup!!! Sudah Cukup luka yang kubuat..

Aku pun yang Mencoba menahan tangis ketika orang sedang tersenyum ceria
Agar mereka tetap bergembira
Tanpa perlu memikirkan luka jiwa orang didekatnya
Agar tiada lagi senyum yang terhenti… Karena aku…

Aku pun yang senantiasa untuk mencoba untuk tidak marah
Meski sungguh seharusnya ku layak dan pantas untuk marah…
Aku hanya tidak ingin membuat orang-orang itu
Merasa lebih bersalah… Merasa terbebani…
Atas akibat mereka kepadaku…

Dan Kau tak perlu tahu..
Mana senyum-senyum ku yang telah menipumu…
Mana jiwa-jiwa ku yang ku sembunyikan itu

Ah sudahlah…
Bak topeng dusta, begitu katamu…
Tapi inilah aku…
Lelaki sejuta wajah

Wahai semesta saksikanlah….
Ku bukan lelaki yang tak punya mimpi…
Hanya orang yang mencoba untuk berarti..
Bagi orang disekitar diri..
Meskipun itu  berarti…
Aku lambat, atau bahkan tak mungkin lagi meraih mimpiku
atau…
Aku pun kehabisan waktu tuk mengejar mimpiku…
atau…
Aku yang tiada lagi punya tenaga tuk mengejarnya…

Tapi Inilah Aku..
Yang harus menyembunyikan mimpi-mimpiku
Jauh di kesunyian ruang rahasia jiwaku
Agar orang-orang itu tak lagi terbebani…
Agar bebas mengejar mimpi mereka…

Mimpiku? AKu titipkan bersama kebahagian-kebahagiaanmu…
Aku sampaikan kepada RabbKita.. Rabb Mu.. dan Rabb Ku…
Biarkanlah dia yang akan mewujudkannya…
Meski tak harus didunia!!!

Meski dengan mewujudkan mimpi-mimpimu.. maka mimpi-mimpiku pun menjadi mustahil
Tak akan menjadi masalah…
Namun Akan tetap ku pegang mimpi-mimpi itu…
Mimpi-mimpi di malam-malam sunyiku…
Dalam balik bayang-bayang kecurigaanmu, was-was mu..
Atau bahkan rasa bencimu…
Atau Kekhawatiranmu bahwa aku telah “berubah”..
Tidak!!! aku tetap punya mimpi… meski kini ia menjadi hampir tak mungkin

Namun aku tak akan berhenti, menyerah kalah pada keadaan…
Maka aku pun akan terus memegang mimpi-mimpi ini..
Sambil terus dan terus membantu wujudkan mimpi orang-orang disekitarku…
Meski itu berarti mimpiku kian mustahil…

Ah sudahlah…
Kau tak perlu tahu…
Mana mimpi-mimpiku yang kini semakin jauh oleh mimpimu…
Mana file-file mimpi yang tengah ku sembunyikan itu..

Ah sudahlah…
Pengecut!! Munafik!! begitu katamu…
Tapi inilah aku…
Lelaki Sejuta Mimpi…

Biarlah semesta mencaci topeng-topeng ini…
Biarlah semesta mencaci rahasia-rahasia ini…
Allah Maha Tahu atas segalanya…
Ya Allah..
Wahai Dzat yang maha kuat..
Kuatkanlah pundak ini..

Dalam Kesunyian Pagi..
Malang, 16 Juni 2009

Brute Force Listing with Summing Constraint (recursive)

This morning I want to take a walk for a while.. Having exercise to test my body  which still in dizzy mode :D . Its just a minute before I go then my friends, Adib ask me to help him in Algorithm. Well currently he need it for his paperwork which must be revised today by his lecturer. His paper is about Feed Formulation with Genetic Algorithm.

WHAT THE FORMULATION DOES

Actually the formulation can be for everthing, not only feed, it may be for anything which has a characteristic like this.
Suppose you have a 3 Ingredient.. call it Ingredient A, B, and C.
Each ingredient has its own nutrition value. You may call it Ingredient A has 3 protein, 5 vitamin A, and 10 carbohidrate.Ingredient B has its own nutrition value, and C also. Now your task is to Mix those Ingredient, so that the  mixing result will have X protein, Y vitamin, and Z carbohidrate. The mixed ingredient (100%) is consisted of certain % of A, certain % of B, and C.

Of course there is one more variable, it is the cost. As we know thateach ingredient has different price, so we need to know, which Mixed Ingredient which will result not only fulfill the needed nutrient, but also the lowest price we can get. (this is a paperwork for his graduation). Actualy we had made those kind of software before in two algorithm, with linear programming and with genetic algorithm.

This problem may vary, due to your own problem.

Shortly, Adib had made a software for his paper to do formulation as described above. But he made it with Genetic Algorithm. If you don’t know what is Genetic Algorithm, refer to Mr Google :D . For me, It is a  haphazard way to get a (close to) maximum value. Genetic Algorithm is good due to its speed.. it is faster But One lack of Genetic Algorithm is The result is Not  a real maximum value. It just very close to optimal value.Furthermore you can learn about what genetic algorithm is in Google/Wikipedia.

Because the result is only a close to optimal value, now he want to check how close his algorithm with the  optimal value. So now he need the Usual way.. a brute force list is needed,(trust me it is very compulsive resourcefull algorithm) so that he can count the ingredient and the cost.

Here is what he need…

THE BRUTE FORCE LIST WITH SUMMING CONSTRAINT PROBLEM

Given (as an example) 3 Ingredient. Call it A, B, and C.
Your problem is to list all percentages possibilities of each ingredient so that we will have a mixed ingredient which is consisted of x% A, y% B and z% C. as an example

so now we will have a brute force list from

0 0 1
0 0 2
0 0 3
. . .
100 100 100

using nested loop? you think..!! Its OK as far as we know how many the ingredient is. But the problem is the number may be dynamic. Now we mix 3 ingredient, tomorrow maybe 5, and next week could be 17 ingredient (trust me.. it’s happen in big feed company).

so we now needa dynamic brute force list. The number of ingredient may vary, the Range may vary also (above is only (1-100). And don’t forget.. we also have a problem… The Constraint… In the problem above.. we need so that Ingredient A + B + C= 100%. so it could be 1+1+98 or 100 + 0 + 0. As a say… there are so many possibillities. Well its rather need a hard though I guess.. so I’ll start with the simple way.Forget the constraint first. Our first problem is to list as above.

0 0 1
0 0 2
0 0 3
. . .
100 100 100

I create this algorithm in Java. So I will show you the implementation with Java. Because it seems to be impossible with Nested Loops (how will you make a Dynamic Nested Loops??) so willy milly I have to make it by the expensive method in algorithm… Recursive… I took a hard work to make it possible. After so many logical errors, than I realized to make your Recursive work, you need to know how it works if it use the nested loops (suppose yours now is not dynamic). I made it I made it.. than I know how it should really works (and I also know why my recursive function doesn’t). So here is the code. I make it hopefully usefull for you…

Here I make it step by step for you.. Hopefully this small work is usefull..I also commented it… If you have any difficulties, feel free to contact me by email/YM.

Here is the full list source code.

package recursif;

/**
* @author Toni Tegar Sahidi
* EMAIL :  tonitegarsahidi@gmail.com
* WEB http://www.tts.web.id
*
*/
public class Main {

static int [] valuelist;
//here I created this global variable to save the value for each recursive action
//this variable to save a temporary values, so that I can print it each recursive action.
// so it will save as {10, 40, 50} which means A=10 B=40 C=50. NOTE that this is Temporary
// If you want to save it to your own list, make a List of Array to save it then.

/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {  //the main function as usual

int depth;
// what I mean by depth here is the dept that will occur in the recursive.
// If you have only 3 ingredients, (A B C) then the depth only 3.
// if it A B C D E then the dept is 5
depth = 3;

valuelist = new int [depth];  // now we create the valuelist array set it to have 3 field.

bruteforcelist(depth, 100, 100);
//this is we called the function.
// NOTE that this function only PRINT the result, not save it.
}
/**
*
* @param int depth : the depth of recursion.. it means the number of your ingredient. Only number
* @param int range : it is the maximum range you want for each ingredient. It start from 0 to range.
* If you want each ingredient is ranged from 1-1000 then just write 1000 in it. If 50, just write 50 on it.
* @param int sumtarget : Of course we dont’t want all list is showed. So to filter it, this is the
* targetted sum you want for each ingredient. if you want A + B + C =100
* then write 100. if you want A + B + C + D =95 then just write 95.
*/
public static void bruteforcelist(int depth, int range, int sumtarget)
{
int i, total;      // Why we always use ‘i’ for iteration? huh..
if (depth==0)      // when the recursive is finish to its deepest depth
{
total = 0;     // initial only.. we need to know whether the sum of all ingredients
//fulfilling the sum targetted.
for (i=valuelist.length; i>0; i–) //Looping for each valuelist elements
{
total = total + valuelist[i-1]; //sum the total percentage of whole mixed ingredients
}
if(total == sumtarget)  // now if the sum targetted = the total
{
for (i=valuelist.length; i>0; i–)
{
System.out.print(valuelist[i-1] + ” “); //Print it!!
}
System.out.println();
}
}
else //well if still not done yet.. If the recursion still not reach its deepest path
{
for (i=0; i<=range; i++)
{
valuelist[depth-1] = i;    //add current value to valuelist…
bruteforcelist(depth-1, range, sumtarget); //Here is the recursion FUnction

}
}

}

}

/**
* Note that the core fact why I didn’t make with the previous recursion function, actually,
* it just about when we have to print it. From this function, I print ONLY when we reach the deepest
* path ( it means that we should save the upper recursion). thats why I need a global variable
* to save it… because it won’t work on local variables.
*/

NOW WE TEST IT…

bruteforcelist(3, 5, 5);

//it means, 3 ingredients (A B C), each ingredient has value from 1-5 and the sum of A + B + C = 5.
//Here is the result

0 0 5
0 1 4
0 2 3
0 3 2
0 4 1
0 5 0
1 0 4
1 1 3
1 2 2
1 3 1
1 4 0
2 0 3
2 1 2
2 2 1
2 3 0
3 0 2
3 1 1
3 2 0
4 0 1
4 1 0
5 0 0

Now if you like to try, just try :

bruteforcelist(4, 100, 100); or
bruteforcelist(4, 1000, 100);

Well that’s all. Actually there still a weakness from my Code. What if user try to call

bruteforcelist(4, 100, 1000);

note that the target is impossible even 100+100+100+100 will never same as 1000. An Infinite loop you think? No.. it won’t. Simply.. it will just print nothing :D (haha….)

Feel Free to distribute this small work. Hopefully it will usefull.. :D

Toni Tegar Sahidi
Algorithm and Web Specialist MySoftory.com

Mafia Medis.. Ups…

Malam ini ketika sedang asyiknya berinternet, tak sengaja membaca kasus ibu Prita Mulyasari,Silakan cari kisahnya di internet, insya Allah banyak beredar. Intinya simple, ia ber-curhat tentang payahnya pelayanan medis terhadap dirinya di sebuah RS di Tangerang. Cerita tersebut pun kemudian beredar luas di Internet. di Blog, di milis, di Forum, dll.

Namun seiring beredarnya cerita di internet, maka gerahlah RS yang dimaksud (RS Omni Internasional). Maka RS Omni pun mengjukan gugatan pidana terhadap bu Prita. Singkat kata, dipenjarakanlah dia di LP Tangerang.Tuntutannya simpel, menggunakan Pasal Karet, penyalahgunaan IT.

Meski tak banyak terkait, Iseng malam ini pun aku coba mengetikkan kata-kata Mafia Kedokteran, Mafia Medis, atau hal-hal yang secara direct menggambarkan hal tersebut… Kebetulan ketemu dengan cerita tentang sebuah apotek RS di Malang.. singkat kata begini ceritanya. Wallahu Alam kebenarannya, semoga saja tidak.. Saya kutip langsung dari situs aslinya.dari http://sudhew.wordpress.com/2008/10/31/mafia-obat-obatan-di-dalam-rumah-sakit-di-kota-malang/

Peristiwa ini merupakan pengalam pribadi teman saya yang diceritakan kepada saya.
Teman saya,sebut saja namanya si A adalah seorang pegawai di sebuah rumah sakit di Kota Malang,dia bekerja di bagian farmasi.Tugasnya adalah untuk menyiapkan obat untuk pasien di rumah sakit.
Dia menceritakan kepada saya mengenai kebobrokan yang terjadi di rumah sakit itu.Begini ceritanya:
Pada suatu hari ada pasien di rumah sakit yang menjalani rawat inap di kelas 2,setelah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter dia diminta untuk menebus resep tertentu,karena kondisinya yang pas-pasan dia meminta resep obat generik.Setelah resep itu dibawa oleh si A,kemudian si A mengajukan resep itu ke bagian apotik untuk mendapatkan obat tersebut.Oleh pihak apotik dikatakan bahwa obat jenis ini versi generiknya kosong,yang ada tinggal yang paten dengan harga lebih dari 10x lipat(yang generik Rp.12.500.yang paten harganya Rp.165.000,-)Teman saya gak begitu saja percaya,karena melihat kondisi si pasien yang memprihatinkan.Kemudian di menelpon bagian logistik,ternyata di menurut bagian logistik obat jenis itu versi generiknya masih ada,lalu bagian logistik mengkonfirmasi ke pihak apotik rumah sakit.
Setelah pihak logistik menelpon bagian apotik ternyata teman saya malah dimarahin,katanya sok sucilah,katanya pasien kelas 2 biasanya mampu lah untuk menebus obat semahal itu.
Teman saya terus terang kecewa tapi tidak mampu berbuat apa-apa karena itu wewenang pihak apotik rumah sakit.
Kemudian pada suatu hari datang seorang detailer obat-obatan dan sempat ngobrol ke teman saya bahwa dia habis menyetorkan bonus ke pegawai apotik itu karena obat-obatannya laris.
Ini sungguh sangat ironis sekali,di tengah usaha pemerintah berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang murah bagi rakyatnya,masih aja ada oknum-oknum yang memanfaatkan penderitaan orang lain demi keuntungannya pribadi,dan aku yakin perbuatan seperti itu tidak hanya terjadi di rumah sakit itu.sepertinya memang benar-benar ada jaringan mafia obat-obatan di rumah sakit.Dan kita sebagai rakyat yang selalu jadi korbannya.

Teman saya benar-benar menghadapi dilema,di satu sisi hati nuraninya berontak melihat kenyataan ini,tapi jika harus melaporkan ke atasannya dia kuatir atasannya juga terlibat dalam praktek seperti ini dan berakibat sangat fatal bagi karir teman saya.Mohon saran dari teman-teman sekalian.

Something that membuatku semakin miris…

Masih teringat saran dari seorang ikhwan dokter temanku pun membuatku rasa-rasanya makin muak saja dengan dunia hitam pelaku medis.Orang yang hendak mencari kesembuhan, justru diperas habis-habisan. Ah repotbenar jadi orang sakit di negeri ini. Mulai dari dokter yang meresepi obat paten, memberi obat-obatan yang tak masuk akal (tak berhubungan sama sekali), memperlama medication, hingga menyuruh test lab aneh-aneh (yang tak berhubungan dengan penyakitnya, yang penting test lab).

Sudah banyak rasanya cerita yang saya dengar terkait mafia medis. Beruntunglah bagi teman-teman yang tahu/melek tentang dunia medis. Bagi yang aktif bertanya dan mencari tahu terkait informasi dari dokternya, obat-obatan yang diberikan, dan lain-lain. Saya pun salut kepada dokter yang memberi tahu fungsi obat-obatannya, memberi penjelasan sejelas-jelasnya kepada pasien terhadap penyakitnya, bukan lantas tahu-tahu di pingpong, suruh ambil obat ini, itu, test lab ini itu, Allahu Akbar.. tak bisa membayangkan andai yang berobat adalah nenek tua yang tak tahu apa-apa. Ugh..

Ah tak semua dokter maupun apoteker hitam memang.. Yang putih insya Allah masih lebih banyak daripada yang itu. Rekan-rekan di BSMI, di MERC, dan lembaga medis-medis lain… Teringat komentar seorang pengunjung blog ini, terkait betapa minimnya kompensasi yang diterima oleh seorang dokter. Namun bagiku.. sampai kapanpun… Tak ada satupun alasan yang layak untuk pembenaran bagi mafia medis, istilah yang diceritakan  di http://cakmoki86.wordpress.com/2009/04/16/royokan-dompet-pasien/”Royokan Dompet Pasien”. Tak ada alasan untuk berbuat curang!!

Pelayanan dan kompensasi kepada tenaga medis (dokter dan perawat) memang harus sesuai dan layak… Toh kita sama-sama tahu bahwa kuliah di Kedokteran jauh lebih mahal daripada kuliah saya di Ilmu Komputer. Namun jangan jadikan itu alasan untuk berbuat curang di dunia profesi kedokteran Anda.

Hmm.. jangan-jangan setelah saya menulis disini pun, bakal ada RS yang menuntut saya?
Fiuh…..

NB: Referensi buat Anda orang umum terkait Medis.. mengingat jarangnya ada dokter yang ngeblog (boroboro.. ngenet aja kadang jarang) buka situsnya cak moki diatas.. :)

Am I Getting… Dumber? :(

Hari ini rasanya tepat sudah Penyakitku ini sudah satu bulan lamanya. Duh.. seems to be lightheaded..
Tak ada tanda-tanda membaik. Sudah 4 kali ke dokter, dua ke dokter umum, dan dua ke dokter spesialis. TIga diantaranya ke dokter di RS Aisyiah Malang, namun kemudian atas rekomendasi pak Eko Nofiyanto, dokter ikhwah kenalanku, merekomendasikan agar ke RS Saiful Anwar saja… Mengingat terkadang ada RS maupun dokter yang nakal, dalam arti “mengeroyok dompet pasien”, istilahnya bagiku Mafia Medis, sebagaimana yang saya ceritakan di epilog postingan sebelumnya.

Dan jadilah pekan lalu, aku pun ke RSSA. Di sini, duh.. pelayanannya sungguh sangat payah dan sangat mengecewakan. Tak jelas aliran antri di poli syaraf. Murah memagn, hanya 10.000 di poli syaraf ini (bandingkan dengan di Aisyiah yang 35.000). Ingin rasanya tak kasih Software Open SOurce buat manajemen rumah sakit ke sini… Sudah manual, tak jelas pula flow alur pelayanannya… Ggrrrh… kalau pasien tak pro aktif, bisa-bisa datang pertama, dapat pelayanan paling akhir… Ugh, untung saya masih pro aktif, tak bisa membayangkan andai yang datang berobat adalah mbok-mbok tua dari pelosok, datang sendirian, dan tak pernah keRSSA pula…

Ah namun untunglah kekesalanku terhadap pelayanan para perawat dan pegawai RSSA yang seems bermental pegawai negeri bangets mulai mereda ketika namaku sudah dipanggil. Kekesalan setidaknya terobati ketika kali ini pelayanan oleh tenaga medisnya bisa aku katakan satu jempol buat mereka. Dari cara diagnosisnya (yang sama sekali berbeda dengan di AIsyiah, di Aisyiah tahu-tahu disuruh “nge-lab ya mas!!”, disini tidak. Ditanyai macem-macem, dan mendetail. DI Poli Syaraf ini pun aku pun di tes macam-macam, mulai jalan dengan tumit merapat ke ujung jari, hingga tes-tes lain yang seperti pernah kutonton di Film One Litre Of Tears..

Ketika ditemui oleh dokter pun, lumayan mengobati kekecewaanku. Diagnosis yang bagiku cukup mendalam, hingga akhirnya mendaangkan sebuah kesimpulan bahwa penyakitku bukan Vertigo (Alhamdulillah….) namun sesuatu yang mirip yang sering disalah artikan sebagai Vertigo, yakni PSEUDO VERTIGO (Uurrgh.. nama apa lagi ini). AKu yang tak tahu banyak pun tak banyak komentar.

Oleh dokter aku pun diresepi beberapa obat. termasuk juga obat untuk menurunkan kolesterol dalam darahku,mengingat hasil tes lab yang aku bawa, kadar kolesterolku cenderung tinggi (hyper).

Selesai dari dokter, saatnya ke Apotek untuk menebus obat. Tanya dulu ke Adib, dan diberitahu ada apotek yang harganya katanya paling murah se Kota Malang.. Apotik Sari depan Mitra II.

Saatnya menebus, Dan uurgh… lagilagi harga obat membuatku kaget. Obat sebelumnya paling mahal adalah 58.000. Kali ini, membengkak menjadi 279 ribu… Wuih.. harga yang cukup fantastis bagiku…. Ah.. Sehat itu memang mahal harganya. Demi kesehatan, mau tak mau, Obat yang belum jelas ngefek atau tidak (karena kata dokter, Pseudo Vertigo ini masih diagnosis pertama) obat itu pun aku tebus..

Saat ini, obat mahal itu pun sudah aku minum, namun efek tak banyak berkurang… Ah.. 279 ribu ku…  itu seharga 50 Kg kentang… Duh.. Sehingga mau tak mau, pekan ini pun aku harus kembali lagi ke dokter tadi. Kontrol..

Dibalik semua itu.. kini ada hal lain yang mulai menghantuiku.. tentang my disease. Dari banyak referensi yang beredar, Pseudo Vertigo hanyalah symptoms, main disease bisa banyak hal. Dan seems ini yang belum ditemukan apa penyebab utamanya. Paling ringan kesalahan obat, paling berat there is something wrong with my brain (tumor, degeneration.. ini kalau mikir gawat).

Namun dibalik itu.. kini Ada yang mulai aku khawatirkan… Mengingat efeknya rasanya,, wallahu alam…
Kalau menurut istriku, aku jadi kelihatan lemas, tak bergairah, loyo, dll
Namun ada satu hal yang membuatku paling khawatir… ENtah kenapa semenjak sakit, rasanya diriku menjadi agak sulit berkonsentrasi. Ketika bertemu adib, berbicara tentang program, aku kadang rasanya ngeblank, kayak orang ngelamun, sehingga kadang tak terlalu memperhatikan. Sulit diajak konsentrasi, dan fokus..

Ketika istri bercerita pun takjauh berbeda, aku jadi kadangberkata, He? Opo?? Terkadang tak nyambung ketika diajak bicara.. dan hari ini, ketika aku mencobamemaksakan diri untuk kuliah.. Tubuhku rasanya gemetaran…

Ya Allah.. aku mulai takut…

Jadi teringat dalam film serial Dr House, temannya dr House berkata, “It’s worse than dead”. House menimpali? “What worse than death? double death?”.. namun Dr Wilson menjawabnya sederhana.. “No.. it is You still alive but you lost your rational mind… “…

Ugh.. gara-gara keseringan nonton House jadi terpikir yang tidak-tidak..

Semoga penyakit ini pun penyakit yang only phisical, tak sampai metaphysycal (alias ghaib) atau psychological…

Ah. Bismillah.. sembuh!! sembuh!! sembuh!!
Allahummasy Fii Badani..

Malang 2 Juni 2009,
ketika sedang berpikir yang bukan-bukan..