Archive for » May, 2009 «

Bersyukurlah Kalian orang-orang Sehat !!!

Apa arti uang 13.000 buat Anda? mungkin bagi sebagian orang, itu adalah uang makannya seharian, atau bahkan bisa pula itu adalah uang sekali jajannya.

***

corrupt_doctor2Namun tidak bagi orang-orang yang berurusan dengan kesehatannya. Sudah hampir 2 pekan lamanya aku harus berurusan dengan sebuah badan bernama Rumah Sakit. Bermula di sebuah selasa siang, tiba-tiba pusing, lantas kemudian muntah. Pusing ternyata tak berhenti, hingga keesokan harinya. Keesokan paginya, aku merasa normal, sehingga aku pun mengajak istri pergi ke pasar Blimbing, berbelanja ikan dan buah kesemek. Namun keanehan ketika pulang dari pasar, naik lyn ABG tapi kok rasanya seperti mabuk kendaraan? Ugh,. untung berhenti di rumah Adib sebentar. ngobrol sebentar terkait software ERP. setelah itu kembali lagi naik ke rumah. Sampai di rumah, muncul kembali muntah itu, kali ini bahkan ada warna kemerahan pada lendir muntahan.. Duh.. ada apa ini? langsung contact adib, dan adib pun menyuruhku untuk tidak jadi ikut ke surabaya (maaf banget dib)… But that’s just a start.

Gejalanya mungkin dianggap remeh bagi sebagian orang, dan kalau dilihat biasa, mungkin saya tidak terlihat seperti orang sakit. Kayak orang segar bugar, namun di dalam kepala, duh kepala rasanya nggliyeng, disertai mual (kadang) kayak orang mabuk kendaraan. Kalau nyetir naik kendaraan motor pun rasanya juga agak kayak mabuk kendaraan (padahal saya yang nyetir sepeda motor), jalan agak jauh pun juga gitu. Sempat muntah juga saking mualnya.

Hari itu juga aku memutuskan untuk pergi ke dokter. Pada awalnya aku hendak ke klinik BSMI di sawojajar, sesampai sana, ternyata diberitahu bahwa dokternya adanya hari senin dan kamis saja. Duh… mencoba me list Rumah sakit Islam terdekat… dan pilihan pun jatuh ke Aisyiah. Oleh dokter, aku pun diperiksa, diagnosis pertama waktu itu, pusingku karena Hipotensi (tekanan darah rendah). Maklum, ketika di cek, tensiku tinggal 100/70. Padahal tensiku terkenal cenderung tinggi, hingga 130-140 rata-rata.

Waktu itu, dokternya sih murah. saya sampai tak terlalu percaya, di Poli umum RS swasta biaya periksa dokter hanya 6000.. Hee??? saya pikir, ah itu kan belum obatnya. Obatnya bisa berapa nih? waktu itu disini diberi obat

* Mersibion
* Dramamin
* Ranitidin
* Plantacid Forte

biayanya 15.000 hemm.. seems fair enough… bagiku waktu itu..
Namun kemudian ternyata Pusing tidak hilang, still feel like mabuk kendaraan. Padahal ya nggak ngapa-ngapain, cuman berdiri aja doang!! Duduk di meja kerja yang agak tinggi pun membuat saya pusing mabuk kendaraan. Ah repot, mau tak mau, pekerjaan dengan Fatimah pun dilakukan dengan tiarap. Pindah kamar, pindah layout, ber komputeran sambil tiarap. Resikonya jelas, kerja jadi tak maksimal… tapi daripada kerja dengan kondisi yang mabuk sangat… :( mending gini, setidaknya masih ada yang bisa dilakukan, walau sedikit.
Obat pun habis, namun pusing tak kunjung hilang, sehingga saya pun kembali lagi ke dokternya. Pada kedatangan kedua ini, tensi sudah normal. namun tidakdengan kepala. Maka divonislah kali ini aku dengan Vertigo.
kali ini saya diberi obat
- Raniditin 150mg
- Mersibion 5000
- FREGO Flunarizine
Saya juga diberitahu kalau masih pusing lagi, langsung saja ke poli syaraf. Aaargh.. poli syaraf..
Saat mengkonsumsi obat yang kedua ini, jika setelah minum obat, keluhan pusing itu lumayan berkurang, namun tak lama kemudian (5-6 jam) pusing itu muncul kembali. Ooww. this medication only cure the symptoms, not the disease.  Obat pun habis sehingga saya pun memutuskan untuk kembali, kali ini ke poli syaraf di RS tersebut.

Oleh dokter di poli syaraf, dikatakan bahwa penyebab dari vertigo ini bisa banyak hal, saya pun di suruh untuk tes medis ke Lab Medis (terserah ke lab manapun katanya). Di surat rujukan tes lab, ada beberapa point yang harus dites. diantaranya
- Darah lengkap (automatic)
- SGPT (ALT)
- SGO (AST)
- Cholesterol total
- Trigliserida
- Cholesterol HDL
- Cholesterol LDL
- Ureum (BUN)
- Kreatinin
- Uric Acid
- Glukosa Puasa
- GLukosa 2 Jam PP

Jangan tanya saya, tes apa saja itu… aku tak terlalu paham.  Jangan tanya biayanya pula, tes ke lab selalu identik dengan biaya yang tak murah. Selain itu oleh dokter syaraf itu saya pun juga diberi obat
- Versilon
- Dramamin
- Kalmeco 500 Mecobalamin
yang jika saya minum, pusing itu masih terasa (tidak banyak berkuang seperti obat yang dikasih di poli umum kunjungan kedua)

saat tulisan ini ditulis..  pusing pun masih tak kunjung hilang. Sempat pusing itu seolah tak terlalu terasa dan anehnya itu terjadi setiap hari ahad selama 2 pekan ini. Ahad lalu ketika orang tua istri datang, dan ahad barusan ketika orang tua istri pun kembali berkunjung.

Entah sudah berapa uang yang harus keluar, dan mungkin akan keluar. sempat hampir terisak ketika mama di telepon berkata, sudah jangan pikirkan biaya…!! berapapun akan mama tanggung asal kamu benar-benar sembuh.. Ya Allah.. malu rasanya, mama sampai ikut campur dalam biaya pengobatan. Ah.. mungkin karena mama merasakan sendiri ketika dahulu terkena stroke dan begitu sulit mencari uang waktu itu.

Ah entahlah, jika di total seluruh biaya yang saya sebutkan diatas sudah habis 500.000 an. Dan untuk mendapatkan uang sebesar itu, maka mau tak mau, sebuah kalung pun disekolahkan ke Pegadaian Syariah di Landungsari. Maklum, sedang tanggal tua.

Ah, masalah agaknya tak berhenti, kemarin malam, sepulang dari mengunjungi orang tuanya istri di Tidar, istri mengeluh kepalanya begitu pusing. Sebelumnya memang sudah sakit kepala, dan sebuah oskadon diharapkan mengatasi masalahnya. Nyatanya tidak.. its even worsing. Duh.. hari Ahad malam.. dokter mana yang buka? Tapi demi istri, biarlah… sambil membonceng berharap agar istri tidak pingsan di perjalanan (maklum, dia sudah sampai level agak budeg, ini tanda2 biasanya mau collapse).

Perjalanan pertama, menuju dokter sri rejekiningdyah di sumbersari, duh tutup, teringat ada dokter praktek di kertoraharjo.. tak jauh beda, tutup pula. Teringat ada dokter di apotek kimia farma dinoyo, langsung melajukan kendaraan ke arah sana.. dan lagi-lagi tutup. Teringat dokter yang pernah diceritakan adib, lanjut ke cengger ayam, dokter rekomendasi adib ternyata tutup. Dokter di apotek dekat situ di kalpataru pun tutup pula. Duh, menelusuri jalan kalpataru berharap ada dokter praktek yang buka, dan… tutup.. hiks.. Dokter praktek kenapa kalian hanya buka di hari kerja??? tak menyerah… sambil berharap cemas semoga istri tidak collapse. Sempat terpikir membelikan dulu minum untuk dia, entah susu atau teh berharap glukosa bisa tingkatkan konsentrasinya untuk mencegah pingsan, namun lupa alias tak sempat. Pencarian dokter praktek benar2 menyita waktuku. Teringat dokter Jack di oro-oro dowo, memacu kesana. Tutup bersama apotek dengan tulisan 24 jam nya (huh), menuju ke daerah UM berharap ada dokter yang buka. Nihil, menuju UMM Medical center di depan Unmuh kampus 2 sumbersari, tutup pula. Aargh… semangat hid!!!

Pikiran mencari dokter membuatku tak menghiraukan pusing yang mulai datang menyergap.Hingga akhirnya aku pun membaca sms adib, agar dibawa ke UGD saja. disana ada dokter umum yang menjaga. Dan akhirnya perjalanan pun terhenti di UGD Unisma. Ugh.. sempat agak gimana gitu melihat tagihan biaya dokter 20.000. Sempat miris, semoga nanti obatnya di apotek tak mahal, maklum, uang tinggal cekak kali ini. Seluruh uang yang tercecer di saku, di tas, pun dikumpulkan dalam satu bendel, layaknya kernet angkot. Tak sampai setengah jam, istri pun sudah dipanggil. Aku ikut saja, masuk ke dalam. Istri ditanyai beberapa hal oleh perawat atau dokter muda, aku tak tahu. Sempat ditensi pula, hingga akhirnya ditangani benar oleh seorang dokter senior yang sudah tua. Ah… kini tinggal obat di apotek. AH lega bertemu dokter..dan kini.. pusing ku pun mulai datang lagi.. mabuk.. ugh..

***

Urusan belum selesai, sambil menahan pusing vertigo, aku masih harus menebus obat untuk istri yang sudah tampak kehilangan ruhnya. Seperti biasa, di apotek aku minta yang generik. Namun oleh mbaknya dibilang bahwa yang ada generiknya hanya ada 1, dan itu pun harganya cuman terpaut 100 perak. Duh.. aku pun bertanya, berapa Mbak semuanya? berharap cemas semoga tak sampai 30.000 karena uang yang aku bawa tak jauh dari segitu. Dan Urgh.. betapa menohoknya ketika mbak apoteker berkata, 60.000 mas. Ah, aku pun meminta kembali resepnya, dan mau tak mau kami berdua pun pulang dengan tangan hampa, tanpa obat di tangan. Di rumah aku hanya minta istri minum obat sakit kepala yang mengandung parasetamol (di resep memang ada parasetamol) dan pereda mual. Mau bagaimana lagi.. tak ada lagi uang yang kami pegang selain 3o ribu itu, sedangkan untuk obat sampai 60.000 ah entah kenapa aku begitu tiba-tiba rasanya ingin marah, marah terhadap mahalnya kesehatan di negeri ini. Ah ya, ingat sebuah buku karangan Eko Prasetyo.. Orang miskin dilarang Sakit…

Untunglah keesokan harinya ada bantuan subsidi finansial yang datang. Malam itu selepas sholat maghrib, berhenti dahulu di Bank Niaga, mengambil uang di atm bersama. Namun lagi-lagi Allah hendak menunjukkan kepadaku, bahwa kita harus tetap bersyukur. Keluar dari ATM, bertemu dengan seorang ibu paruh baya. Beliau bercerita banyak hal, sempat terbersit bahwa ibu ini bisa jadi seorang penipu seperti yang sering dikatakan teman-teman. Namun sejenak kusisihkan curiga itu dengan bertanya banyak hal kepada beliau. Cukup fair, beliau bisa menjawab beberapa pertanyaanku.. Ah mungkin memang sulit membuat orang percaya.. aku hingga detik ini pun tak sepenuhnya percaya, mengingat pernah ditipu oleh seorang yang mengaku untuk beli bla bla bla, nyatanya tidak. Namun kali ini kutepis keraguan itu. Ibu ini hanya minta bantuan satu, uang 13.000 untuk menebus obat ibunya yang terkena Muntaber di Saiful Anwar. (jika anda pernah menemukan penipu dengan ciri2 sama, mohon sampaikan kepada saya..) aku memang sempat curiga, namun ah apa gunanya suudzon terus. Dengan keyakinan bahwa kalau memang ibu ini seorang penipu, semoga Allah lekas menyadarkannya.  Uangku kebesaran, dan aku masih perlu menebus obat. Maka aku katakan kepada ibu itu, tunggu sebentar ya bu. Saya sedang juga menebus obat. Silakan ikut ke apotek kalau ibu mau saya tebuskan obatnya sekalian. Kalau tidak, silakan tunggu disini. Ibu itu memilih menunggu karena ia tidak tahu apotek yang saya maksud. Dan memang ketika saya kembali dari apotek, ibu itu masih tak beranjak di tempatnya. Kepadanya aku berikan uang beberapa, sambil berpesan, Semoga ibunya lekas sembuh…

Ah…. rasanya uang 500.000 ku jadi seolah tak terasa, mengingat ibu tersebut butuh hanya 13.000 untuk menebus obat, masih harus meminta-minta. Aku masih teringat dahulu pun ada seorang bapak-bapak yang minta bantuan untuk menebus bayinya, tak besar, hanya 160.000 pasca istrinya melahirkan.. AKu yang tak punya uang, mencoba merujukkan bapak tersebut ke Rumah Zakat, karena aku sendiri pun tak punya uang.

Ah… sampai segini, aku pun rasanya ingin protes.. Kenapa begitu Mahal biaya kesehatan di negeri ini? sementara para pejabat dengan enak berobat ke luar negeri, orang-orang rakyat kecil ini masih harus dibunuh pelan-pelan dengan stempel tak tertulis, bahwa orang miskin tak boleh sakit.. mau ngurus gakin? duh jangan tanya dah… orang-orang kaya saja terkadang harus memiskinkan dirinya agar bisa mendapatkan askeskin, sementara orang miskin banyak yang bingung tak tahu dari mana harus mengurus askeskin, dah begitu, belum jika dipungli di kelurahan, pak lurahnya gak ada.. duh…

Dan aku pun rasanya ingin begitu marah, kepada beberapa dokter yang mengeroyok kantong pasien. Seorang rekan dokter pun menceritakan bahwa beberapa rumah sakit swasta adakalanya bermodus demikian, sakit kecil dibilang besar, disuruh mbalik beberapa kali, atau bahkan disuruh tes ke lab, padahal sudah ada kerjasama bawah tangan antara dokter dengan lab, dengan perjanjian, kalau dokter ngrujuk pasien ke lab X, nanti saya kasih komisi deh dok.. Itu masih lab, belum obatnya… kong kalikong pula dengan supplier obat, sehingga lebih memilih memberi resep obat paten ketimbang generik..

Duh.. !! Susah jadi orang sakit.. dikepung dimana-mana.. sudah mahal, diperas pula…
makanya bersyukurlah kalian yang sehat..!!

Malang, dini hari.. 26 mei 2009
sambil menahan pusing.. duh.. obatku kenapa dirimu begitu mahal?

SMS Taujih 11 – Mendung

Tunggulah ketika mendung sudah selesai dengan urusannya….
Badainya….
Hujannya….
Mentari pasti kan tersenyum lagi :)

Bedug Curhat…

Ada banyak cara orang bercurhat.. Lewat SMS,lewat blog, lewat email, lewat diary, ke teman, dll… Tapi cara pelampiasan yang satu ini, boleh dibilang.. agak nyeleneh..

Saat ke Sumberpucung, mendatangi walimahan saudari kami, Ukhti Putri Rakhmadiningrum,Adzan Dhuhur sudah berkumandang, maka mampir dulu ke sebuah Masjid. Lupa namanya, yang jelas Jika dari arah Malang ke Blitar, masjid ini terletak di depan pasar apa gitu (kanan jalan), di perbatasan kecamatan Sumberpucung (bukan kotanya Sumberpucung).

Selesai Sholat, saya memperhatikan.. lho ada apa itu di bedugnya…? ternyata ada tulisan.. Hemm.. langsung ambil kamera, dan jepret… Da inilah hasil corat-coret orang tak jelas di bedug tersebut… :)

img0865a

Saya hanya bisa mendoakan, semoga hidupnya kembali beres, sehingga tak perlu lagi sampai stress dan corat-coret seperti itu.. di bedug masjid jami’ desa pula.. fiuh…

SMS Taujih 10 – Melangkah

rain1Tetaplah melangkah meski duri tajam lukai kakimu…
Tetaplah melangkah meski badai hempaskan tubuhmu…
Tetaplah melangkah meski jauh perjalanan kita…
Tetaplah Melangkah dalam kebaikan….
Karena inilah jalan kepahlawanan, jalan orang yang tiada pernah berhenti dalam memberi dan bersabar…
Dan tak banyak orang yang suka melalui jalan ini

Karena CintaNya

Kalau bukan karena cinta, buat apa kita bangun pagi-pagi, memimpin syuro dibalik hijab, saat yang lain masih menikmati dinginya pagi dibalik selimut.

Kalau bukan karena cinta, buat apa kita rela, malam – malam menelusuri setiap sudut papan pengumuman kampus untuk menempelkan pamflet agenda dakwah, saat yang lain sudah bermimpi indah.

Kalau bukan karena cinta, buat apa kita rela memakai uang kiriman bulanan untuk membiayai agenda dakwah, saat kebutuhan yang lain menggoda untuk dipenuhi.

Kalau bukan karena cinta, buat apa kita rela menawarkan dakwah ini dari pintu ke pintu, sedangkan amanah orang tua, jauh – jauh datang untuk kuliah.
Cinta…tegakah kau mengkhianatinya ?

Kalau bukan karena cinta, maka lidah ini hanya akan membisu, kelu. Tiada kata terucap. Tiada getaran di tenggorokan yang menyebarkan gema indah dalam tabung pita-pita suara. Hanya kelu dan bisu yang menyapu seluruh suasana kelabu. Mungkin sendu. Mungkin juga pilu.

Kalau bukan karena cinta, tentu hanya logika yang bekerja. Tiada rasa. Tiada perasaan. Tiada emosi. Semua diukur dalam pandangan pragmatis belaka. Melihat siapa yang untung dan siapa yang buntung. Asalkan bukan diri yang mengukir rugi, semua bisa diambil. Tiada visi dengan hati. Hanya sekedar obsesi dengan tujuan materi.

Kalau bukan karena cinta, tentu lidah ini akan setajam pisau. Menyayat hati tanpa rasa bersalah dan empati. Tentu sudah banyak caci dan makian mengguncang dunia. Tentu banyak telinga yang merah dan wajahnya. Tentu banyak ungkapan batu yang keras dan pedas. Kasarnya kata juga selalu biasa. Karenanya kelembutan tercipta dalam ramah dan tamah kepada siapa yang memberi sumpah dan serapah sampah.

Kalau bukan karena cinta, tentu tangis terus menggema di seluruh penjuru angkasa. Ribuan nyawa mengaku berputus asa dan obatnya adalah memutus nyawa. Jutaan bahkan milyaran manusia lapar hanya masuk berita pagi dan sorenya artis cerai. Koran-koran dan tivi dipenuhi berita pernikahan anaknya si anu.

Cinta…

Kalau bukan karena cinta, tentu tidur adalah aktifitas paling membanggakan semua ummat. Tiada perlu empati pada manusia. Tiada perlu simpati. Tidak perlu merasa bertanggung jawab akan situasi diri dan negeri. Tinggal duduk menanti ajal menyapa di kala terbuai mimpi. Menjadi manusia apatis yang sesekali meringis membaca kisah-kisah sok romantis. Tidak perlu baju rapi necis nan klimis sekedar menyedapkan hari-hari senin dan kamis.

Kalau bukan karena cinta, buat apa nonton berita Palestina. Bukannya ada film Amerika? Buat apa pula mencari kabar dari Sudan, Somalia, Ethiopia, Moro, Thailand, Iraq, Iran, Khasmir, Chechnya, Pakistan, Mesir dan Indonesia. Bukankah Inggris, Perancis dan Jepang sudah cukup membuat pikiran menjadi lapang?

Kalau bukan karena cinta, kenapa aku masih dijalan dakwah ini ?

http://lesipu-magetan.blogspot.com/2009/05/karena-cintanya.html

Asa..

natfl116
Akankah bunga tetap menjadi bunga?
Tegak mewangi meski panas menerpa
meski Habis kering airnya terbang ke angkasa
Atau tunduk layu tiada asa?

Akankah bunga tetap menjadi bunga?
teguh tabah kala ulat-ulat memakannya
Sisakan gurat-gurat luka tiada tara
Atau pasrah menyerah lalu binasa?

Hati-Hati Email Anda dipalsukan.. (1) – Membuat FAKE Email dengan PHP

Dahulu saya pikir, agar ketika kita membangun sebuah situs, lantas dari situs tersebut hendak mengirimkan email, maka kita butuh sebuah account SMTP untuk bisa melakukannya. Atau dengan kata lain, tetap butuh email account tersendiri untuk itu. Namun kemudian, setelah beberapa kali utak atik Joomla, terutama terkait bagian konfigurasi email, saya melihat bahwa Joomla mensupport beberapa opsi pengiriman email. Yang pertama, tentu yang standar seperti yang biasanya

Bermula dari sebuah pekerjaan, membangun sebuah situs iklan, akhirnya saya berkenalan juga dengan fungsi mail() pada PHP. Fungsi ini memang mengirimkan email dengan menggunakan PHP. Untuk detail lebih jelas, silakan cek di PHP Manual. Perlu dicatat, bahwa untuk bisa mengirim fungsi mail ini, yang pertama, jelas script tersebut dijalankan di server yang menyala. Dan kedua, settingan terkait mail server pun harus diset. Biasanya jika Anda hosting di hosting resmi, (bukan reseller), fasilitas tersebut sudah terinclude didalamnya. Dalam kasus contoh saya, saya hosting di rumahweb.com.

Dalam pekerjaan tersebut, saya harus mengirimkan sebuah email ke email pemilik situs setiap kali ada orang yang mendaftar. Selain itu, setiap user mendaftar, maka dia akan menerima email konfirmasi pendaftaran di account emailnya.

Adapun Sintaks secara umum dari fungsi mail kurang lebih sebagai berikut.

mail($to, $subject, $message, $headers);

Pada fungsi mail, terdapat beberapa parameter. Salah satunya, bagi saya yang lumayan menarik adalah FROM(pengirim). Apakah Anda berpikir seperti saya? Ya… itu artinya bahwa saya bisa mengirimkan email dengan mengatasnamakan email seseorang. Bagian From ini dimasukkan ke Header email dengan cara sebagai berikut.

$headers = ‘MIME-Version: 1.0′ . “\r\n”;

$headers .= ‘Content-type: text/html; charset=iso-8859-1′ . “\r\n”;

$headers .= “From: “.$nama.” <”.$from.”>” . “\r\n”;

Adapun bagian Nama pengirim (bukan alamat) pada Email diletakkan pada Header email tersebut. Begitu juga jika semisal kita ingin seolah-olah email yang kita kirimkan nantinya terdapat CC/BCC/hal-hal lainnya. Dengan memodifikasi Header ini pula kita bisa mensetting, apakah email kita ini hanya bertipe plain teks, atau mampu mengandung konten MIME.

Langsung saja, saya pun mencoba fungsi ini dalam program pekerjaan saya. Dengan mengatasnamakan email Yahoo pemilik situs, saya mencoba men-test kapabilitasnya. Dan Berhasil!!! di account Yahoo saya masuk sebuah email yang saya harapakan. Lengkap dengan alamat email , namanya, hal-hal email standar lainnya. Bahkan saya pun bisa menyisipkan kode HTML di dalamnya.

Saya heran, tak seperti dugaan saya sebelumnya, saya pikir, kalaupun masuk, ini nanti akan masuk ke folder Bulk/Spam nya yahoo.. namun ternyata tidak. Saya pun mencoba sedikit usil, saya mencoba mengirim email dengan fungsi PHP tersebut, dengan mengatasnamakan email Yahoo saya sendiri, dan mengirim ke alamat email saya sendiri. Jadi di bagian pengirim, saya tulis tonitegarsahidi@yahoo.com dan dibagian tujuan/to saya pun menuliskannya tonitegarsahidi@yahoo.com pula.

Dan ternyata.. Berhasil!!! Dan hebatnya lagi, email tersebut tidak masuk ke bulk di bagian yahoo saya.

Sukses di percobaan pertama tak membuat saya langsung puas. Pada bagian diatas, untuk harus mengganti pengirim, dan lain-lain saya harus masih mengedit kode PHP nya langsung. Saya pun berpikir, kenapa tak langsung sekalian membuat form-nya? Sehingga saya ingin mengirim email atas nama siapa, ke siapa, dengan pesan apa, pun bisa dilakukan.

Maka mulailah pekerjaan mengutak atik coding. Dan jadilah Sebuah Form email seperti demo dibawah. Form tersebut pun kemudian saya letakkan di Hosting blog saya.. Dan jadilah Form untuk membuat FAKE Email ini, menjadi sebuah senjata berbahaya. Saya bisa mengirimkan email atas nama anda, ke alamat mana saja yang saya sukai. Tak butuh banyak kode untuk bisa membuat email form tersebut, hanya 75 baris, dan 2KB. Kecil bukan? Namun powerfullnya. Anda bisa membuat sendiri, atau silakan cari di internet script untuk mengirim email dengan menggunakan PHP. Anda bisa mencarinya di internet.

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

DEMO

kompascontact

Untuk Demo kali ini, saya hanya ingin membuat Email, yang isinya memberitahukan Info Lomba dari Kompas. Untuk alamat resmi email dari Kompas adalah redaksikcm@kompas.co.id .

Baik berikut demo-nya.

emailsend

Langkah pertama, Saya membuka Email Form PHP saya yang saya taruh di hosting Saya mengisi seperti biasa, dengan atas nama Redaksi KOMPAS, . Jika sudah, seperti biasa, klik Submit.

inbox1

Tak lama kemudian, di Email saya.. sudah muncul email dari redaksi kompas. Dan email tersebut, sekali lagi, tidak masuk di Bulk Email saya melainkan pada Folder INBOX. Bisa dilihat pada gambar diatas.

inbox2

Sekarang kita coba klik dan lihat isinya.

Hoho.. ternyata mantaps.. HTML Formating untuk penebalan kata Pemberitahuan pun tercetak tebal.

Sukses!!!

di Edisi Selanjutnya kita akan mencoba bermain-main dengan Milis, dan membahas bagaimana cara mengetahui email tersebut asli atau tidak.