Archive for » 2009 «

Tenggang Rasa Yang Telah Tiada

Masih ingatkah kita tentang pelajaran tenggang rasa?
Itu tuh, yang diajarkan guru budi pekerti dan pendidikan agama?
Bahasa bukunya tenggang rasa, kalau populernya, Empati namanya
Tepo seliro, itu kata orang jawa

Di soal pilihan ganda, mulai sekolah dasar kelas dua,
Kita dapati jawaban-jawaban normatif kita, tentang tindak terpuji
- membantu menyeberangkan nenek-nenek (ini yang populer)
- tidak menyetel radio keras-keras
- memberikan kursi kita di angkutan umum pada nenek/orang cacat
- membuang sampah pada tempatnya
- menjaga perasaan orang lain
- dan lain-lain

tepi heran, heran dan heran lah kita
di bis kota, antar kota dan di atas kereta kelas tiga
kita lihat ada orang cacat, ada ibu hamil dan nenek tua
berdiri mereka dengan tenaga yang tersisa
tapi kita malah pura-pura tak melihat, alih mata ke jendela
“yang penting saya tak capek”, dalih setan kecil kita.
Ugh, kemana pelajaran kepedulianmu kawan?
sudah habiskah kepolosan kebaikan kita???

di rumah pun kita tak jauh beda,
lagu dangdut, pop rock hingga ska campursari
kita setel semau kita…. “yang penting gue suka!”
tanpa sadar musikmu itu menyakiti telinga tetangga
“mang semua suka gaya lagu loe”, itu gumamnya.
“kalau mereka keganggu, mereka bakal protes”, lagi-lagi setan kecil yang berkata
iya kalau kau tinggal di rumah luas, dengan tetangga satu kilo jauhnya?
lah ini, kau batuk saja, dua tiga rumah kujamin langsung terjaga

di jalan, di pasar, di tempat-tempat umum kita sama saja
lepas makan permen, kita buang seenak kita
bungkus plastik kita lempar dari jendela bis kota
gelas dan botol air minum yang masih sisa pun apalagi
padahal tempat sampah tak sampai semeter jauhnya
atau jika tidak, kenapa tak kau simpan dulu sejenak,
lalu jika bertemu tempat sampah, kau buang sampahmu kesana
apa sih susahnya??? butuh biayakah?? TIDAK kan??
ah tapi kita selalu dengar setan kecil di dada kita
‘biarin, toh nanti paling juga ada yang bersihkan’
Ah, andai kau tahu betapa berterimakasihnya mereka
para pasukan kuning, cleaning service dan para pembantu
jika kau buang sampah di tempat yang semestinya…
dan andaikan alam mampu tuk berkata-kata,
tentu sudah ber-’terima kasih’ mereka atas tindakan kita

di kantor, di arisan RT, di forum-forum ngerumpi
Pamer kita atas apa yang kita miliki pada orang lain
ceplas ceplos tertawa, senyum penuh kemenangan kita cerita
pada kawan yang terlilit hutang kita bilang, “aku tadi habis beli ini lho jeng!!”,
pada kawan yang anaknya tak lulus UAN kita cerita, “anakku sekarang wisuda es dua, habis ini nikah ma direktur”,
pada kawan yang beli motor bekas pun harus kredit 3 tahun, “Avanza? nggak level lah, minim ya harus Camry”,
pada kawan yang tengah patah hati, “ini loh suamiku ganteng kan jeng??”,
Tanpa pernah berpikir, akankah pendengar terluka dalam jiwanya?
Namun kita tak pernah peduli, terus saja kita cerita dan cerita
Dan kawan itu hanya tersenyum, tersenyum penuh simpati kepadamu
Sambil terus, dan terus menahan luka yang kian ia tutupi saja

Dan kini, ketika komunikasi justru kian dan kian mudah saja
makin gampang kita curhat, update status, upload foto, upload video
makin mudah kita untuk pamer, untuk mengeluh, untuk mencaci
dan anehnya kita merasa nyaman-nyaman saja
tanpa sadar nun disamping kita yang tak terlihat
dua malaikat tengah ikut sibuk mencatat
setiap update status facebook kita
setiap tweet-tweet kita
setiap email-email kita, ke kawan atau kemilis
setiap comment-comment kita
setiap tag-tag kita
setiap postingan dan upload foto video kita
adakah yang kita tulis dengan rasa ujub,
yang kita tulis dengan dendam rasa kebencian, kemarahan
ataukah maksud dakwah, ukhuwah, kerendah hatian, dan kesyukuran?
wallahu ‘alam… tanyakan kembali pada hati kecil kita
jangan biarkan setan kecil yang ambil suara

Ah hebat benar kita bicara lantang tentang ukhuwah, persaudaraan,
Protes teriak ketika kita dirugikan, disakiti ucapan sesama kawan
namun aneh dan sungguh aneh,
ketika kita bertutur bertindak tak peduli apa yang dirasa orang lain
ketika kita diam cuek tak peduli pada kelelahan orang lain
ketika kita bersenang-senang diatas ketergangguan orang lain
ketika kita justru tertawa terbahak-bahak penuh kemenangan
saat si pendengar justru sakit air mata bercucuran

Ya Allah jauhkanlah dari kami kesombongan
keegoisan, ke tak pedulian, ketidak sopanan
ajarkan kami tentang kesantunan dan sifat perasa
Anugerahkanlah pada negeri ini apa yang telah lama tiada
karena kami telah rindu 
-Tenggang Rasa-

www.tts.web.id
Malang, Jumat 25 Desember 2009
menjelang tengah malam

Sms taujih – belajar kepada awan

Belajarlah kepada awan yang mau menerima teriknya mentari,
agar yang dibawahnya merasa teduh.
Bahkan awan juga menurunkan hujan
agar yang dibawahnya bisa tumbuh dan hidup
- Meskipun awan pun jadi sirna karena hujan -
(merdeka groupp)

sms taujih – keduanya

hujanJika Hujan adalah kesusahan,
dan mentari adalah kesenangan,
maka kita butuh keduanya tuk lihat indahnya pelangi.
(yusuf mansyur wife’s quote)

Filosofi Makan Ayam ala Sahid

Anda pernah makan ayam bukan? saya tidak yakin pembaca blog ini adalah para vegetarian. Gara-gara membaca blog seorang kawan, saya jadi tergelitik untuk menulis tulisan ini.

Filosofi Orang berdasarkan Bagian Kesukaan yang ia makan dari Ayam

  • Kepala Ayam -> Kepala identik dengan atas, top level, pusat kontrol. Orang yang suka makan kepala, biasanya orang tersebut berkarakter menjadi seorang pemimpin… selevel direktur, presiden, atau jenderal. Jika ada orang ini di perusahaan Anda, lebih baik posisikan ia untuk memimpin sesuatu, meski kecil tak mengapa yang jelas jadikan ia memimpin sesuatu. Entah sebagai direktur atau hanya supervisor, entah sebagai kolonel, atau hanya seorang sersan peleton.
  • Leher -> Tidak suka menjadi pemimpin, tapi suka menjadi penghubung antara atasan dan para bawahan. Mereka adalah semacam para  menteri, dan kolonel/letnan. Di perusahaan mereka lebih suka menjadi semacam penghubung antara atasan dan bawahan, kalau bahasa gaulnya adalah asisten, sekretaris, kurir, dan semacamnya.
  • Sayap -> Dari sebuah ayam, sayap adalah bagian yang membuat burung bisa terbang.. orang yang suka makan sayap ayam, adalah orang yang dinamis. kehadirannya suka untuk menjadi sebuah penggerak bagi tempat ia berada. Jika dalam perusahaan, lebih baik posisikan ia sebagai seorang tim kreatif, RnD, litbang, dan semacamnya.
  • Dada dan Paha -> ini adalah bagian tubuh yang populer, yang paling banyak dagingnya. Dan bagian ini adalah bagian kesukaan mayoritas orang-orang. orang yang suka makan dada/paha ayam, maka ia hanyalah orang-orang biasa. Lebih baik tempatkan ia di posisi-posisi biasa saja. Karena memang orang semacam ini tidak terlalu suka dengan tantangan, ia lebih suka dengan kenyamanan.
  • Hati Ayam
    Hati ayam, fungsi utama dari hati adalah menawarkan racun. Jika dalam  sebuah perusahaan atau militer, orang seperti ini lebih baik posisikan di bagian divisi internal, semacam sesi Internal Affairs di kepolisian, semacam PM di militer, atau kalau diperusahaan Anda, paling yang lumayan mendekati ialah HRD. biarkan ia bekerja menawarkan racun-racun di perusahaan Anda..
  • Cakar -> Cakar adalah bagian yang lumayan serba guna dari seekor ayam. Selain sebagai kaki yang penyangga, ia juga biasa digunakan si ayam untuk mengais-ngais makanannya. Orang yang suka makan cakar ayam, adalah orang yang biasanya baik hati, ia suka dengan hal-hal yang bermanfaat. Ia pun suka menjadi sebuah tulang punggung dari sesuatu, entah sekedar keluarga, organisasi, atau bahkan perusahaan Anda. Ia suka menjadi orang-orang yang bernilai lebih, meski itu posisinya hanya sebagai seorang bawahan. Orang seperti ini, cocok ditaruh di posisi manapun di perusahaan Anda, karena dimanapun ia berada, ia akan berusaha sebaik-baiknya, semanfaat-manfaatnya, meskipun gajinya tidaklah banyak, meskipun tantangan yang ia hadapi lumayan sulit, karena ya seperti itulah makan cakar ayam, dagingnya dikit, susah pula makannya…. :)

itulah beberapa filosofi makan ayam ala saya. Anda pun bisa membuat versi Anda sendiri. Kalau ada yang keliru atau kurang cocok dari hal diatas, mohon maklum, saya bukan psikolog, kokolog, ataupun log log lainnya, saya hanya blogger, dan ini blog saya, maka ya semau saya mau nulis apa hehehe…

Anda menganggap tulisan diatas konyol? ya tentu saja soalnya tulisan diatas hanya guyonan saja bagi saya. Kalau saya sih suka makan cakar dan kepala ayam. Kalau Anda???

Malang 12 Desember 2009

Nice Video.. Jejak-Jejak Mimpi

terinspirasi dari video ini, maka saya membuat list mimpi-mimpi saya sendiri. Saya taruh di page di blog ini, di bagian menu paling atas. bisa kawan-kawan lihat, Doakan semoga Allah berkenan mengabulkan mimpi-mimpi saya tersebut.

SMS Taujih – Kesalahan

mistake“Berbuat kesalahan adalah kelemahan manusia,
tapi belajar dari kesalahan adalah kekuatan manusia”

(dekisugi, doraemon the movie 2008)

Rindu Idul Adha

Kemarin malam, mama saya telepon, menanyakan kabar, apakah pulang ke Ponorog apa tidak untuk hari raya idul adha kali ini. Aku pun hanya menjawab seperti biasa, ma, kayaknya gak bisa pulang, terlebih karena memangbesok saya ada agenda acara ke Surabaya.

Namun kemudian malam ini saya jadi termenung rasanya, ya, karena jika dihitung-hitung, sudah 4 kali hari raya Idul Adha, saya tidak pulang sholat Id bersama orang tua saya di rumah.

Idul Adha pertama, ketika itu awal saya kuliah di Malang, itu adalah Idul Adha saya pertama di Malang. waktu itu kalau tak salah saya Sholat Id di Lapangan Rektorat UB, meskipun malamnya saya begadang sama ikhwah2 dan Murabbi waktu itu untuk nyiapin Sholat Id di Ruko Dinoyo. Paginya setelah sholat Id, saya diculik untuk mbantu qurban di Masjid Utsman bin Affan (waktu itu jadi satu lokasi/deket sama DPD PKS Kota Malang).

Idul Adha kedua, kali ini juga masih bersama Murabbi dan kawan2 KAMMI, maklum saya baru bergabung resmi dengan KAMMI, cuman lokasinya kali ini berbeda, karena KAMMI sekaligus mengadakan baksos di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Waktu itu, malem Idul Adha-nya saya ingat betul saya dan MR saya “berburu” tambahan Kambing. Paginya saya sholat Id di Donomulyo, saya masih ingat benar, karena waktu itu di hari idul adha, saya malah disuruh belanja sama kawan di Pasar desa Donomulyo yang 100% asing bagi saya. (padahal sorenya sebelum berburu kambing saya juga sudah belanja di pasar blimbing).  Eh tak cukup itu, disuruh belanja Blender juga di Pasar Kecamatan.

Idul Adha ketiga, yang ini ketika saya masih diamanahi sebagai Ketua Umum Forkalam periode 2007-2008. Idul Adha kali ini bersama temen2 FOrkalam dan FOksi, ngadain Kurban bareng di daerah “kekuasaan”nya Mahatir, di Kedungkandang. Saya masih ingat karena saya juga ikut mencuci jeroan di sungai di bawah surau pinggir jurang itu. Ih ih ih….Namun waktu itu saya tidak sholat Id di kedungkandang, melainkan di Graha Tirta, diadakanoleh masjid As Salam dekat tempat kontrakan saya.

Idul Adha Keempat, itu tahun lalu, yang ini tidak kemana-mana, karena baru menikah, Idul Adha yang ini, saya sholat di Masjid Al Mukminun dekat rumah saya. Tidak bersama orang tua saya, namun bersama orang tua istri yang memang pas berkunjung juga saat itu.

Dan saya baru sadar, bahwa Idul Adha kelima, hari ini tadi, saya lagi-lagi tidak bertemu orang tua saya, karena Sholat Idul Adha kali ini, saya tidak sempat pulang ke Ponorogo. Tadi saya sholat di Masjid Nurut Taqwa jalan Dewandaru, salah satu masjid langganan saya. Karena besok saya akan ke Surabaya, ada hajatan saudara.

ah saya jadi kangen, ingin merasakan sholat Id dan penyembelihan kurban di Ponorogo, sudah 5 tahun ternyata saya tidak pernah berhari raya Idul Adha di Ponorogo, masya Allah… Saya juga jadi berazzam insya Allah tahun depan saya ingin bisa berkurban atas nama saya sendiri, dan saya ingin menyembelih kambing/domba saya sendiri, seperti Rasulullah sendiri yang juga menyembelih kurbannya.  Dan semoga juga tahun depan saya bisa Idul Adha bersama orang tua.. Insya Allah. Amiiin…

Malang 27 November 2009,
Ketika Rindu Idul Adha bersama Orang tua