Archive for the Category »Curhat-curhatku «

Istiqomah

hari ini saya kembali takut…. lepas dari kisah yang pernah saya tulis disini, ada sebuah kisah yang disampaikan ikhwan satu liqo’ kepada saya tadi pagi. Dan kisah ini terus terang membuat saya kontan gemetar, -takut-.

Ada seorang muslimah, akhwat bahkan, yang ikut dalam sebuah program pertukaran pelajar. Namanya pertukaran pelajar, tentulah keluar negeri, dan dari yang saya tangkap, ini bukan negeri islam.

Singkat kata, sang akhwat tersebut berubah drastis, fikrahnya menjadi tak lagi islami. Murabbi saya menceritakan bahwa MR akhwat ini sampai mengeluh dengan diskusi-diskusinya terhadap akhwat tadi via facebook. Dan kabar dari ikhwan teman saya tadi menyebutkan, bahwa si akhwat pertukaran pelajar tadi sudah sampai lepas jilbab… Masya Allah… :(

Dan saya semakin takut, dan takut…. siapa yang bisa menjamin hidayah saya esok pagi? Semoga Istiqomah Kawan
Pada akhirnya kita hanya bisa berdoa“ya muqollibal quluub, tsabit qolbi ‘ala diinika”, Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati ini agar senantiasa pada agama-Mu.

Malang, 17 Maret 2009
semoga kita tetap istiqomah kawan

ps: ketika menulis artikel ini, saya sambil membuka2 blog akh suaidi, dan makin takut sekaligus tertohoklah saya melihat tulisannya disini

My Fear Factor

Apakah kawan punya sesuatu yang kawan takutkan???
Saya yakin, se-berani apapun seseorang, ia pasti memiliki sesuatu yang ia takutkan, seberani apapun, dan seheroik apapun seseorang tersebut, saya yakin ia pasti memiliki “fear factor” di dalam dirinya. Dan fear factor ini pun bermacam-macam, mulai dari yang berlaku secara universal semisal ketakutan terhadap maut, ketakutan terhadap Allah, dan siksanya, hingga ke hal-hal kecil, semisal ketakutan seseorang terhadap anjing, terhadap hantu, ketinggian, ruang sempit, dan semacamnya. Dan hal ini memang wajar dan manusiawi.

Dan diantara sederet hal-hal penyebab phobia saya, ada satu yang saya menganggapnya penting. fear factor ini bukan berupa sebuah benda fisik, melainkan lebih ke arah sesuatu yang abstrak…. dan filosofis.

Dan bagi saya, fear factor itu adalah ‘keteguhan hati’.
Ya, saya paling takut apabila semisal kelak, diri ini tak lagi istiqomah… :(

Wallahu alam, entah berapa banyak kisah-kisah ke-istiqomahan yang terhenti itu, yang seringkali mengusik ruang-ruang imajiku. Dari kabar-kabar di berita, dari kabar-kabar dari murabbi, kabar dari kawan, dari teman, dari internet, dari media massa, hingga kawan-kawan dekatku sendiri… :( Semua bagai potongan-potongan pahit yang harus ikut aku rasakan setiap mendengar hal-hal tersebut. Dan episode-episode seperti ini sudah aku dengar semenjak kecil…

Dulu waktu saya masih SD, masih belum ‘cetho’  (mumayyiz),  ada sahabat kakakku. Sebut saja namanya Mbak X. Beliau muslim, keluarganya pun muslim, meski ayahnya memang sudah meninggal. Kalau bulan Ramadhan tiba, mbak X ini pun sering berkunjung ke rumahku, di rumah, kami pun shalat tarawih berjamaah diimami oleh ayahku.  Namun Allah selalu punya kehendaknya sendiri. Ibu dari mbak X ini jatuh hati dengan seorang non muslim, menikahlah ibunya, dan sayangnya, bukannya si laki-laki yang pindah ke Islam,namun justru ibunya inilah yang pindah ke kristen. Dan efeknya, karena memang Mbak X ini masih kecil, ikut orang tua pula… pindahlah juga agama beliau bersama saudaranya yang lain. Terakhir kali aku dengar, beliau sudah menikah dengan pemuda kristen pula…

Ada pula dalam halaqah pekanan beberapa waktu lalu, ketika diceritakan oleh rekan sesama liqo’ yang aktif di RZI (rumah zakat Indonesia), yang bercerita tentang bagaimana perjuangan mereka menghambat laju kristenisasi di daerah2 pinggiran. Cerita bagaimana suatu RW yang beberapa tahun lalu mayoritas adalah keluarga muslim, kini justru berbalik drastis, keluarga muslim jadi sangat amat minim sekali, bahkan menjadi minoritas di daerah tersebut setelah diserang.

Ada pula cerita tentang seorang qori’ di kota Malang ini, bacaan qurannya Subhanallah sangat indah. Namun karena ujian ‘perut’ dan kemiskinan, beliau akhirnya pindah ke lain agama. Ada pula kisah seorang ustadz tentang seorang akhwat aktifis dakwah kampus, subhanallah beliau dikenal sangat strength dan militan dengan jilbab lebarnya. Namun selang setelah lulus, entah kenapa jilbabnya makin lama makin pendek, makin tipis, hingga akhirnya lepas jilbab sama sekali. Kabar terakhir bahkan menyebutkan akhwat tersebut sampai pindah agama. Dan cerita akhwat tersebut, ternyata dialami sendiri oleh seorang kawanku sendiri… Seseorang yang aku kenal sangat teguh dalam beragama, bahkan pernah sempat beliau mengenakan cadar, ketika pindah kampus, kondisinya justru berbalik drastis. Dengan jilbab mungil tipis, pakaian ketat, dan fikrah yang wallahu alam. Untung yang ini tak sampai pindah Agama seperti kisah seorang akhwat bercadar yang pindah agama karena di PDKT terus menerus oleh seorang pria non Islam.  Atau seorang akhwat Lampung yang terkena kristenisasi, lalu pindah agama. Yang ini untung segera terdeteksi dan segera disadarkan. Alhamdulillah beliaunya bertaubat dan kembali ke dalam Islam… Kasus-kasus berpindahnya iman seseorang, masih banyak lagi…

Adakalanya pula iman tak sampai berpindah, tak sampai ganti status agama di KTP, tak sampai pergi ke gereja-gereja, tak sampai hingga pindah agama. Tetap Islam, namun sungguh miris, fikrahnya (pemikiran) telah berpindah dan berubah. Dari seorang yang dulunya dikenal militan dan idealis, menjadi seseorang yang sangat kompromistis… berubahlah fikrah (pemikiran) dari pemikiran2 yang islami, menjadi pemikiran-pemikiran sekuler, aneh, nyeleneh, dan justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam sendiri. Dan tak jarang mereka merasa bangga dengan hal ini.

Ada seorang kawan SMP saya, waktu SMP memang anaknya boleh dibilang nakal. Ketika SMA kami tak satu SMA, beliau sekolah di sebuah sekolah favorit di luar kota. Ketika kuliah, Alhamdulillah kami dipertemukan. Waktu pertama kali bertemu di kampus setelah pisah sekian lama, aku sampai pangling (kaget). Subhanallah beliau menjadi sangat militan, aktif ikut kajian-kajian, Subhanallah, begitu pikirku. Namun ternyata tak butuh waktu lama untuk merubah seseorang, sekitar 2 tahun kemudian, al akh tersebut aku ketahui justru kembali lagi ke masa-masa kejahiliahan SMP dulu… pacaran, dlsb… masya Allah… :( betapa cepat Engkau membolak balik hati kami ya Allah…

Terkadang pula mendengar cerita tentang seorang ikhwah yang menyeberang ke wajihah lain, masih mending jika wajihah tersebut adalah wajihah ke-Islaman, apapun harakahnya, namun sangat miris ketika mendengar bahwa wajihah tersebut adalah wajihah sekuler, dan akhirnya mau tak mau akal ini mencoba dipaksakan untuk merangkai-rangkai alasan husnudzan terhadap ikhwah tersebut.

Ada pula kabar-kabar tentang seorang al akh yang memang selama ini dikenal kritis, namun kekritisan beliau justru menjadi senjata makan tuan. Kabar terakhir yang aku dengar, beliau sudah tak mau lagi liqo’, bahkan tak sekedar itu, kini ia menjadi sebuah gerakan yang dibilang kontradiktif terhadap dakwah di fakultasnya.

Ada pula dulu seorang al akh pula yang sangat disegani bahkan oleh seluruh ikhwah kampus, namun karena masalah wanita, beliau justru berbalik drastis terhadap apa yang beliau bela selama ini. Karya terakhir beliau untuk dakwah justru menjelek-jelekkan sebuah organisasi dakwah, masya Allah… untung saja setelah itu tak ada lagi kasus lagi dari beliau.

Ada pula… ah jika hendak aku list satu persatu… rasanya tak akan cukup… Dan sepertinya masih ada banyak lagi kisah-kisah orang yang aku kenal yang terhenti dari jalan lurus ini. Tak peduli apapun levelnya, dari yang masih baru belajar, hingga yang sudah semacam panglima dalam pergerakan dakwah. Apa yang tertulis diatas hanya sekelumit penggalan-penggalan cerita, dari sekian banyak kisah yang Allah tunjukkan kepadaku. Bersyukurlah apabila orang-orang tersebut sempat kembali lagi ke dalam jalan yang benar… :( orang-orang seperti ini harus kita sambut dengan sebaik-baiknya, bukan justru kita musuhi dan kita asingkan selama-lamanya…

Saat ini orang-orang dan pemuda seperti aku masih bisa meneriakkan, “lebih baik terasing daripada menyerah dalam kemunafikan”, namun sungguh aku pun tak akan bisa menjamin.. akankah kelak aku seperti ini???  ketika mulai bersentuhan dengan strata sosial yang lebih luas, berbenturan dengan masalah-masalah pekerjaan dan nafkah, masyarakat, dll.

Mengutip status seorang sahabat, “untuk pertama kalinya ada importir bilang,”ini pak sebagai ucapan terima kasih, karena saya sudah menyita waktu bapak.” akhirnya godaan itu datang juga, Alhamdulillah bisa nolak”. Masya Allah, batinku, ini tahun pertama beliau sudah seperti itu, apalagi di tahun-tahun kedepan… boleh jadi akan makin berat godaannya. Syukurlah sahabatku masih bisa mempertahankan prinsip2 idealismenya… dibandingkan dengan ribuan bahkan jutaan lain masyarakat di seluruh belahan bumi yang memilih mengorbankan idealisme, harga diri,kehormatan, bahkan aqidahnya untuk secuil dunia yang tak akan menyelamatkannya di akhirat kelak…

Ya Allah, akankah masih Idealisme ini, prinsip-prinsip, idealisme, bahkan aqidah ini akan tetap ada dalam hatiku?? tahun depan? 5 tahun lagi? 10 tahun lagi? 25 tahun lagi? Berikan hamba kekuatan ya Allah…

Dan semakin aku pikirkan, semakin takutlah aku…
Pada akhirnya aku hanya bisa berdoa… “ya muqollibal quluub, tsabit qolbi ‘ala diinika”, Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati ini agar senantiasa pada agama-Mu.

Malang, 11 Januari 2010 00:30 dini hari


Burung Hantu vs Kucing

Tahukah Anda, bahwa Burung Hantu adalah burung yang jika terbang, boleh dikatakan nyaris tak terdengar…???

Yups, ketika burung hantu mengepakkan sayapnya, bahkan ketika ia terbang sekalipun, ia benar-benar silent… jauh berbeda jika Anda pernah tahu burung dara yang terbang, suaranya pasti terdengar bukan? apalagi jika ayam terbang (emang bisa??).Namun tidak bagi burung hantu. Suaranya benar2 nyaris silent, di situs ini disebutkan : “The design of owls’ wings allows them to fly in almost absolute silence.” .Maka tak heran orang menyebutnya “silent flight” alias si terbang tak bersuara. Hal ini memungkinkan karena ada bulu-bulu halus yang terdapat di sayap dan ekornya yang membantu meredam suara ketika ia terbang. Membantu? tentu sangat membantu.

Burung hantu pun boleh dibilang ia didesain sebagai seekor pemburu di kegelapan malam. Matanya memang sangat tajam di kala malam, namun buta di kala siang. Dan jika Anda tahu dan mengamati pula, mata burung hantu tidak seperti mata burung pada umumnya. Burung lain pada umumnya memiliki mata yang terletak menghadap serong depan kanan dan kiri, bentuk kepalanya boleh-lah dibilang seperti huruf V terbalik dengan matanya di masing-masing sisinya. Namun burung hantu berbeda, matanya terletak di depan sejajar. Ini memberi keuntungan bagi burung pemburu sepertinya, yakni ia bisa memperhitungkan jarak. COba

Ngomong-ngomong tahu kenapa saya ngomong burung hantu? Saya tak sedang belajar jadi Hal ini tak lain tak bukan karena 2 kelinci saya dalam 2 malam tiba-tiba saja lenyap tak berbekas. Sebelumnya yang hilang pertama adalah si netbeans, kelinci abu-abu saya, lalu keesokan malamnya si Delphi yang hilang.

Kucing? mungkin saja, tapi jika kucing ada beberapa kejanggalan.

  1. Kucing yang biasa “berkunjung” ke halaman belakang saya ada 2, dan mereka berdua sama-sama takut sama si kelinci. Beneran, mereka biasanya hanya berani melihat, tapi untuk memburu lebih jauh, tak berani mereka. Lah wong kelincinya saya dekatin, eh si kucingnya malah ketakutan. Aneh kan? maklum sih, kelincinya agak besar soalnya.
  2. Apabila kucing, maka si kucing biasanya akan memakannya di tempat, tapi sayang tak ada bekas apapun di halaman belakang rumah saya.
  3. Jika kucing yang membawanya, maka si kucing harus meloncat melewati tembok pagar rumah, dan itu lumayan tinggi. Untuk seekor kucing biasa (bukan macan) jika harus membawa seekor kelinci remaja seperti itu, almost impossible to jump that high, apalagi membawanya menerobos kawat berduri di atas pagar tembok saya. Kalaupun memang dibawa, harusnya ada bekasnya, entah darah yang tercecer, ataupun bulu si kelinci yang nyangkut di kawat berduri.
  4. Saya pun sudah mencek, tak sampai 2 jam setelah si Delphi dinyatakan hilang si kucing datang ke tempat kami, dan kelaparan. perutnya pun masih kerempeng, tak ada tanda pula si kucing memakan kelinci kami.
  5. dll

melihat dari beberapa fakta diatas, dan bahwa kelinci saya hilang ketika malam menjelang, maka untuk sementara, tersangka utama kelinci saya yang hilang adalah si OWL, alias burung hantu.”Emang ada burung hantu di malang??” saya jawab.. yups ada, temannya ayahku dulu bahkan pernah menangkap burung hantu di daerah yang lebih “kota” daripada tempat saya tinggal sekarang. Apalagi saya saat ini tinggal tak jauh dari sungai dan areal kompleks makam yang lumayan luas. Tempat yang lumayan sepi dan hunian nyaman untuk burung hantu di kota Malang.

AH sayang, saya tak tahu alamat burung hantu terdekat, andai ketemu mungkin akan saya tanyai langsung, apakah dia yang menculik kedua kelinci saya??

Malang 29 Oktober 2009
Ketika teringat 2 kelinci
yang belum seminggu di rumah saya

Ini Kelinci Baru saya

Perkenalkan ini kelinci baru saya, baru kemarin pagi dibawain adek saya waktu orang tua saya datang sabtu pagi kemarin. Kelincinya masih kecil, dibelikan waktu di Surabaya, dibawa dari Surabaya ke Malang naik motor di sebuah kantong kertas,(duh bayangin, untung saja kelincinya gak mabuk kendaraan).Kelincinya sepasang, laki 1 perempuan 1, warnyanya 1 abu-abu, dan satu lagi putih ada strip kuning di punggungya. Duh lucu dah.

Dan baru hari ini terbayang memikirkan nama, mengingat saya orang IT, dan saya suka aneh-aneh, coba tebak hayo, apa namanya? Saya dan istri sepakat, memberi nama yang putih : DELPHI dan yang abu-abu : Netbeans. :)

Kalau Anda orang non IT tak tahu apa itu Delphi dan Netbeans, wajar. Karena Delphi adalah IDE untuk bahasa pascal, sedangkan Netbeans, adalah IDE untuk Java.

Ini dia fotonya si Netbeans dan Delphi lagi makan sayur kangkung yang saya belikan tadi pagi.  Agak heran dengan kelinci, ini karena dari kemarin saya kasih wortel gak dimakan-makan…

kelinciku

Dibelikan mama waktu malam sabtu kemarin adek nanis dibelikan kelinci, sekalian juga dibelikan buat kami berdua. Harganya 15.000 per ekor. Masih kuecil paleng sekitar 2 genggaman tangan saya besarnya.

ngomong-ngomong, tahukan Anda bahwa kelinci itu sebaiknya tidak diberi minum? jika masih kecil dan diberi minum malah mati. Kebutuhan air si kelinci didapat dari makanan yang dikonsumsinya. ANeh banget… ngomong2 saya jadi pengen tahu, suaranya kelinci tu kayak apa, karena sampai sekarang, si kelinci tak pernah berbunyi. diam melulu. Kalau punya kucing kayak dulu, dah dijamin ramai terus si kucing meong-meong melulu.

Oh ya kenapa saya pilih namanya Delphi dan Netbeans, simpel, 1 karena saya orang IT, 2 karena saya bosan dengan nama2 hewan piaraan yang biasa-biasa saja. :D Kalau seperti ini, tolong nanti jangan tanya saya… Sekarang Netbeans sudah umur berapa? tapi tolong tanya, Netbeans sekarang sudah versi berapa? hehe… maaf, soalnya saya juga tak tahu umur si Delphi dan Netbeans. tapi yang jelas sih, masih sangat muda sekali.

Catatan Hujan…

hujanAlhamdulillah, setelah berminggu-minggu Malang kering dan panas, sampai menjadi trend di status Facebook kawan-kawan yang tinggal di Malang, (bahwa Malang semakin panas), akhirnya sore tadi sekitar pukul 4-5 sore, Malang kembali diguyur dengan hujan. adik ipar saya yang masih SD yang kebetulan sore tadi datang berkunjung ke rumah, senang sekali,  Andai tak dilarang sama mamanya, tentu dia akan berlarian di luar khas anak kecil seperti saya dulu masih kecil : Hujan-Hujan.

Saya memang orang IT, bukan petani, bukan pula tukang ojek payung, apalagi penjual jas hujan. Tapi saya sungguh senang dengan Hujan, terlebih apabila hujan tiba di sore hari.Ah, apalagi apabila ditemani dengan teh atau susu coklat hangat dan pisang atau singkong goreng, sambil ditemani nonton film yang seru, ah rasanya damai sekali.

Tapi saya juga sadar ada orang-orang yang tidak begitu suka dengan hujan ini, orang-orang yang baru pulang kantor, anak-anak yang baru pulang dari sekolah, mereka yang tengah hajatan, toko-toko yang jadi sepi pembeli, pegawai laundry yang mengandlakan sinar matahari, pembuat krupuk tradisional, pembuat ikan asin yang masih pakai matahari, dll Ah, memang relativitas kesukaan terhadap hujan memang sangat tergantung dengan kondisi masing-masing.

dan disinilah berlaku prinsip RELATIVITAS EGOISME HUJAN.
Bahwa kita semua hujan, atau hujan-hujan, tapi kita semua tidak ada yang suka kehujanan :) atau aktifitas kita terganggu oleh hujan… Intinya kita baru sukan apabila kita tidak terganggu oleh hujan.

Suka tidak suka Anda terhadap hujan, jangan sekali-kali mencela Hujan, apalagi memprotes pada Tuhan. Tapi bersyukurlah, karena Hujan diturunkan oleh Sang maha pemberi rezeki, untuk bumi, agar ia memberi kehidupan untuk apa-apa yang Anda makan…. :)

Ah memang banyak cerita tentang hujan, dan saya yakin Anda pun punya cerita-cerita tersendiri tentang Hujan. Dan ngomong-ngomong, saya jadi merasa catatan saya, ini terlalu bertele-tele.

Sudah dulu, Intinya saya mau ngomong, ada 2 hal.

  • Saya bukan petani melainkan orang IT, tapi saya sangat senang dengan Hujan yang turun sore ini mengguyur kota Malang yang kian panas.. Apakah Anda juga begitu saudaraku?
  • Banyak yang dari kita senang dengan hujan, dan begitu juga hujan-hujanan, tapi anehnya kita semua tidak suka KEHUJANAN :) ah ada banyak cerita tentang hujan…. :)
  • 2 statement diatas adalah status facebook saya barusan.

Malang 24 Oktober 2009
Setelah semalam mimpi tentang Hujan

Saya bukan petani melainkan orang IT, tapi saya sangat senang dengan Hujan yang turun sore ini mengguyur kota Malang yang kian panas.. Apakah Anda juga begitu saudaraku?

Catatan Kecelakaan Lalu Lintas di Sabtu Sore itu…

Mulanya memang perjalanan biasa saja kemarin sore itu. Seperti biasa sedang pulang dari Surabaya ke Malang, setelah seharian berlelah ketemu dengan klien di GLobit (Global IT mart), sabtu sore, balik lah kami dari Surabaya. Dan as always predicted, setiap yang namanya jumat sore dan sabtu sore, bisa dipastikan Jalanan keluar kota Pahlawan penuh sesak. apalagi area favorit saya, Porong!!! Tapi untunglah, meski terjebat macet dan merambat selama 45 menit lebih di area ini.

Singkat kata, dalam Mobil yang ada aku, bang mail, adib, dan Sigit (FH 2004) yang juga ikut mumpung liburan katanya. Selepas Pandaan, ups ternyata Sigit Mabuk, muntahlah ia di kresek bekas sisa bekal makan tadi. Karena penumpang lain yang berbaik hati, maka diputuskan kami berhenti sebentar, agar Sigit “lega” mutahnya :D .

Dan berhentilah kami, tepat di depan gerbang depan Taman Safari (yang ada patung gading gajah doang). Setidaknya Sigit lega mutahnya. Sebelumnya, ketika berhenti, sempat aku lihat ada orang cuman pakai kaus merah, dan katok pendek (kayak celana dalam) warna putih berjalan di tengah-tengah pembatas. Aku hanya bilang ke adib, “Dib-dib, lihaten, tuh ada orang udo” (telanjang).  Adib pun melihat belakang, karena si “Gila” memang jalan ke arah yang berlawanan dengan kami.

Eh, tak lama kemudian tahu-tahunya, Adib bilang, “Ada Kecelakaan”. Tak sampai lama sudah rame. Usut punya usut, ternyata si orang Gila yang jalan di tengah tadi (karena memang di tengah jalan ada beton pembatas), ternyata menyeberang ke tepi kiri jalan. Yah, namanya juga orang Gila, mana paham dia. Kata adib, si gila tadi hampir ketabrak mobil, terus sepeda motor dibelakangnya, tak tahunya sepeda motor dibelakangnya yang kaget, nyerempet, dan jatuhlah sepeda motor tadi.

Karena lokasinya di seberang jalan yang berlawanan arah dari kami, kami tak tahu pasti. Hanya terlihat di kejauhan seperti orang yang tergeletak di jalan. Duh, kok kayaknya parah begini, pikirku. Berinisiatiflah kami apabila kami bisa membantu orang itu. At least mengantarkan ke RS terdekat,karena memang kayaknya parah. Aku pun tanya Adib, gak apa-apa ta dib? Adib mengiyakan. Saat itu aku sudah tidak memikirkan Sigit yang masih mabuk atau tidak (sory ya Git, ada yang lebih urgent). Karena Adib memberi lampu hijau apabila memang orang yang kecelakaan tadi butuh tumpangan, gpp, maka meluncurlah aku ke TKP untuk mengecek kondisi orang.

Sampai sana, aku lihat ada satu orang yang tergeletak antara sadar dan tidak. Ow, ternyata ada dua, si pembonceng dan yang tergonceng. Yang nggonceng hanya lecet dan memar, tapi yang di gonceng rupanya yang sudah terbaring di tepi jalan. Duh, kayak kejadian kayak gini memang banyak orang rame, tapi yang nulungi sedikit. Most of them hanya pengamat dan komentator. Seorang Bapak tanya pada aku, yang kayaknya tahu aku turun dari mobil di seberang jalan, APakah aku bisa memberi tumpangan orang tersebut ke RS Faidah. Aku tanya dimana itu, oleh orangnya dijelaskan,sekitar 1 Km ke arah sana mas (sambil menunjuk ke arah malang). AKu lihat orangnya memang butuh urgent medical action. Segera aku telpon adib, minta agar mobil escudo si adib mendekat agar orang tersebut bisa diangkut ke mobil, dan dilarikan ke RS.

OK, mobil datang, aku minta air minum untuk diberikan ke orang yang terbaring tadi. Kata temannya, ini dia baru siuman, dan memang aku lihat dia kok kayak orang Haho? duh khawatir jangan karena terbentur jalan or something dia jadi Amnesia. Aku pun memberanikan diri tanya ke orang tadi, sambil temannya di sebelahnya, Aku tanyain Nama nya siapa, tanggal lahir kapan, sampai sini dia masih bisa ingat betul. Ah lega, syukurlah. Lalu aku lanjutkan dengan pertanyaan hari ini hari apa? sampai sini, dia ternyata kesulitan. (kayak di film2 aja, dasar Sahid sok tahu hehe). AKu pun tanya,ada yang sakit apa nggak pak? or kerasa patah or something? beliau hanya menjawab kaki kanannya. Sama orang-orang disuruh bawa aja  mas ke RS, daripada sampean disini malah nyiksa temen sampean, kata orang2 ke temannya yang seems sangat tidak apa-apa. Singkat kata, diangkutlah orang tadi ke mobil. Aku suruh adib ke RS duluan, nanti aku nyusul dengan mas nya yang tidak terlalu apa-apa tadi.

Dan berangkatlah adib, tapi ternyata something happen. OMG, kunci motor kebawa temannya yang dibawa ke UGD RS tadi. ow, jadilah akhirnya aku dan mas nya tadi menunggu di TKP sambil ngobrol sedikit2. Orang-orang sudah mulai pergi, dan datanglah seorang polisi dan temannya. Kami sempat berbicara beberapa hal. Ow, ternyata temannya yang parah tadi, sebelumnya pernah kecelakaan dan patah tulang kakinya, ini baru sembuh dan diajak jalan-jalan sama dia, eh lah kok kecelakaan lagi. Saat itu, aku baru sadar, kalau orang Gila yang keserempet tadi tentu sudah jalan jauh ke arah pandaan. Sama pak Polisi dijelaskan bahwa orang gila itu sebelumnya sudah bikin kecelakaan pula, lalu ditangkap, dan dia heran kok bisa lepas lagi.

Tak lama kemudian, datanglah adib yang membawa kunci sepeda motornya. Ups, there is some problem here, yang pertama masnya masih agak shock dan ndredeg, sangat tidak di recommend untuk menyetir sepeda motor. sementara sepeda motornya adalh Honda Beat. seumur-umur, aku tak pernah nyetir motor matic. Ah untunglah temannya pak polisi nawarkan diri, akhirnya dia yang nggonceng mas nya tadi, dan aku yang digonceng pak Polisi.

singkat kata, sampailah kami semua di RS. Masnya sudah masuk duluan. AKu bilang ke Adib, aku mau masuk sebentar pamitan. setelah pamitan, barulah aku dan Adib melanjutkan perjalanan pulang ke Malang. Di jalan aku sempat SMS ke “open source”-radio, Suara Surabaya di 100.0 FM intinya mengabarkan kecelakaan tadi sambil menghimbau agar pengendara yang ke arah surabaya, agar hati-hati menjelang sampai pandaan, mengingat orang gilanya masih belum tertangkap.

Begitulah kejadian yang saya alami sabtu malam 17 Oktober 2009 tersebut.

ngomong-ngomong, saya jadi terpikir beberapa hal. Yang pertama, terkait kecelakaan, benar kata Papa saya, bahwa terkadang kita itu sudah hati-hati, sudah naati aturan jalan, eh orang lain yang ternyata bikin kita celaka. seperti mas berdua tadi, saya yakin mereka sudah hati-hati. eh tak tahunya yang nyabrang bukan orang normal, tapi orang gendeng. Yang kedua, dalam setiap kejadian kecelakaan, dll… most of people hanya sebagai penonton saja. Jarang yang aktif menolong. Jadi pastikan kelak, jika anda menemukan hal serupa, Act like a Captain who wants to save his Soldier, berlaku Tegas mengatur penonton dan aktif membantu korban.Yang ketiga, ini hikmah yang terpenting buat saya. Bahwa Rencana Allah sungguh sangat rapi dan teratur. Allah berkehendak mengatur semuanya secara sempurna. Andai Sigit tak mabuk, mungkin kami tak ketemu dengan mereka, melihat kejadian kecelakaan secara “live”, meliaht orang gila itu, dan tak menolong mereka yang kecelakaan tadi, apalagi sampai membawanya ke RS. However, live is always a choice, bisa saja kami langsung pergi setelah melihat kejadian itu, toh sudah banyak orang yang berkerumun. Tapi ternyata karena maklum satu mobil orangya baik hati semua, maka kam memutuskan help, meski sebentar. Dan saya yakin, Allah semua yang men-set agar terjadi hal ini.

Kayaknya itu saja ceritanya, saya sudah mulai mengantuk, dan meski bahasa dalamposting kali ini agak mbosenin, mohon maklum, saya ngantuk dan mau tidur, yang penting saya sudah cerita. nanti kapan-kapan kita sambung kembali.

Malang dini hari 00:40 am 19 Oktober 2009
Menjelang tidur berdoa dulu :D

CurPen (curahat pendek)

Entah karena lama memang tak mengupdate blogku ini lama-lama jadi kangen juga.. entah sekedar menulis sebuah catatan-catatan mungil, sms-sms taujih dari kawan.. hingga akhirnya datang pula tagihan dari rumahweb selaku penyedia hostingan blog ini. Seolah jadi diingatkan.. oh iya ya, aku punya blog yang seharusnya aku sering update, meskipunhanya postingan2 tak penting, puisi-puisi ngaco, atau update gambar-gambar aneh lainnya..

tapi memang aku sedang 90% sibuk (gitu kok sempatnya nulis ni blog)… proyek bertummpuk, sementara tanggungan skripsi sangat mengganggu… belum lagi laporan PKL yang tak tersentuh… ini masih sedikit, tanggungan lain menumpuk tak kalah banyaknya

Dan disaat-saat seperti ini, saat-saat yang serasa membutuhkan 100% orang yang memegangi agar tak jatuh, ditambah lagi dengan feeling emptiness… kosong rasanya, ada yang hilang, ada yang kosong, ada yang sungguh aneh…ditambah lagi serasa aku kehilangan orang yang mensupport… entah rasanya kemana semua orang-orang disekitarku…??

lalu jenuh-jenuh dan jenuh…. kosong-kosong, dan kosong… lalu sesak rasanya di dada ini, ada something… something i need to deal with… bahkan malam ini ketika hendak berburu bahan skripsi, atau sekedar mengupdate ilmu pengetahuan, rasanya ada yang kurang.

Membuat puisi yang tadi sore aku selesaikan, rasanya ada yang masih kurang sreg… tapi tetap saja aku post… mencek desa di 2 server travian, browsing sebentar, ngaskus, bahkan sejenak ber-CS rasanya tak jauh berbeda…

Ah jangan-jangan aku perlu masuk “Gua” lagi ini???
Sekedar mereset kembali seorang sahid… as i know he was…
Lalu siap kembali dengan luar biasa…

apa begitu? wallahu alam

Malang 1:24 pagi 6 oktober 2009
Sebelum QL..